Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Korea Investmen & Sekuritas Indonesia (KISI)

ANALIS MARKET (25/9/2026): IHSG Diproyeksikan Kembali Menguji Area Support Terdekat di Level 6.250

Oleh: Ria

25 September 2026, 08:52
ANALIS MARKET (25/9/2026): IHSG Diproyeksikan Kembali Menguji Area Support Terdekat di Level 6.250

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup hampir seluruhnya melemah pada perdagangan kemarin (24/9), dipimpin oleh Dow Jones (-0,31%), NYSE Composite (-0,13%), dan S&P 500 (-0,02%), sementara Nasdaq cenderung bergerak stagnan (+0,01%).

Pelemahan pasar ekuitas AS tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Yield Treasury 10-tahun sempat menyentuh level 5,198% sebelum melandai ke kisaran 5,1%—yang tetap bertahan di level tertinggi sejak 2007.

Di saat yang sama, yield Treasury 30-tahun melambung melampaui 5,44%, mencatatkan level tertinggi sejak 2004.

Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah sebesar -1,20%, dengan sektor basic materials (barang baku) dan industrial (perindustrian) menjadi penekan utama pergerakan indeks.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan kembali menguji area support terdekat di level 6.250. Investor disarankan untuk mengantisipasi potensi volatilitas serta mencermati konfirmasi pergerakan harga di sekitar area support tersebut,” sebut Azharys Hardian - Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Jumat (25/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu:

-ENRG - Trading Buy, Entry Price: 1270-1310, Target Price: 1440, 1510 SL if closed <1220

-COIN - Trading Buy, Entry price: 850-875, Target Price940, 1000 SL if closed <785

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.

Berita Terkini

See More