ANALIS MARKET (25/9/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup beragam dengan saham Microsoft turun dan Meta Platforms naik, karena ketidakpastian tentang Timur Tengah menaikkan harga minyak dan yield obligasi pemerintah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq pulih setelah Reuters melaporkan bahwa negosiator AS dan Iran sedang menjajaki jalur bertahap untuk mengakhiri perang yang akan melibatkan Teheran membuka kembali Selat Hormuz dan Washington mencabut blokade ekonomi terhadap Iran. Kamis (24/9), indeks S&P 500 ditutup turun 0,02%; Nasdaq Composite naik tipis 0,01%; dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,31%. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3% sekitar US$ 107/bbl setelah serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi menghidupkan kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan. Saham-saham unggulan AI menunjukkan pergerakan beragam, Microsoft turun 0,5% dan Broadcom berkurang 1,3%. Saham Advanced Micro Devices naik 2,4%; Saham Meta Platforms naik 4,5%, sehari setelah perseroan meluncurkan perangkat genggam kecil untuk digunakan dengan asisten AI yang baru diluncurkannya. Saham Oracle turun 3,5% setelah sebuah laporan mengatakan perseroan mengirimkan pemberitahuan "force majeure" ke pusat data di New Mexico. Saham MGM Resorts anjlok 11% setelah People Inc milik taipan media Barry Diller menarik proposalnya untuk membeli operator kasino tersebut.
Di sisi lain, Bursa Asia turun pada perdagangan Kamis (24/9), sementara hanya indeks Nikkei 225 yang menguat 0,76% pasca libur 3 hari. Indeks PMI Manufaktur Jepang turun menjadi 54,1 pada bulan September dari 54,9 pada bulan Agustus atau di atas 50,0 mengindikasikan ekspansi aktivitas. Sedangkan, indeks Hang Seng melemah 0,29%; Taiex Taiwan turun 0,28%; Shanghai Composite anjlok 1,22%; dan ASX 200 Australia berkurang 0,72%. Selain itu, FTSE Straits Times melemah 0,46%; dan FTSE Malay KLCI turun 0,25%. Di sisi lain, KOSPI Korea Selatan libur sedang merayakan periode Chuseok (Hari Raya Panen). Di sisi lain, investor masih mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut diperkirakan belum menghasilkan terobosan besar. Namun, Washington dan Beijing berpeluang memperpanjang gencatan dagang yang telah berlangsung selama 11 bulan. Di domestik, berdasarkan BPS, nilai impor Indonesia pada periode Januari-Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar, tumbuh 19,94% YoY. Sementara, nilai ekspor tumbuh 4,43% YoY menjadi US$167,03 miliar.
Sementara itu, IHSG kemarin (24/9) ditutup turun 1.2%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.42 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, TLKM, ANTM, dan DEWA.
“IHSG berpotensi lanjut koreksi jika IHSG gagal break kembali diatas 6300. Diperkirakan Support IHSG: 6220-6280 dan Resist IHSG: 6300-6330,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (25/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: PTRO, ULTJ, BULL, MDKA, MAPA, dan ERAA.
Berikut ini trading plan-nya:
PTRO Spec Buy dengan area beli di 5325-5375, cutloss di bawah 5300. Target dekat di 5500-5600.
ULTJ Buy if Break 2070, dengan target dekat di 2120-2190. Cutloss di bawah 2050.
BULL Spec Buy dengan area beli di 378-380, cutloss di bawah 374. Target dekat di 386-394.
MDKA Spec Buy dengan area beli di 3000-3050, cutloss di bawah 2970. Target dekat di 3140-3200.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 645, cutloss di bawah 635. Target dekat di 655-675.
ERAA Spec Buy dengan area beli di 610, cutloss di bawah 600. Target dekat di 625-630.
Disclaimer on



