Pipeline BEI Menggeliat, 6 Calon Emiten dan 22 Obligasi Antre Masuk Bursa
Oleh: Harry

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap bergairah.
Melansir summary pipeline yang dirilis BEI, Jumat (25/9) disebutkan, hingga 25 September 2026, terdapat sejumlah perusahaan yang masih berada dalam pipeline pencatatan saham, penerbitan obligasi, hingga aksi korporasi - rights issue.
Untuk pipeline saham, BEI mencatat enam perusahaan yang tengah berada dalam antrean pencatatan saham.
Sebelumnya, hingga 25 September 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Dari enam calon emiten tersebut, sebanyak dua perusahaan memiliki aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan aset skala besar di atas Rp250 miliar.
Berdasarkan sektor, pipeline saham didominasi Healthcare sebanyak tiga perusahaan, disusul Energy dua perusahaan dan Industrials satu perusahaan.
Sementara itu, pada pipeline obligasi, BEI mencatat terdapat 22 emisi dari 16 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang masih dalam proses.
Jumlah tersebut tersebar di enam sektor, yakni Financials, Basic Materials, Energy, Infrastructures, Industrials, serta Properties & Real Estate.
Sektor Financials menjadi penyumbang terbesar dengan lima perusahaan, diikuti Basic Materials, Energy, dan Infrastructures masing-masing tiga perusahaan.
Kemudian Industrials dan Properties & Real Estate masing-masing satu perusahaan.
Sepanjang 2026 hingga 25 September, BEI mencatat telah diterbitkan 132 emisi dari 62 penerbit EBUS, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp128,81 triliun.
Adapun untuk pipeline aksi korporasi rights issue, masih terdapat satu perusahaan tercatat yang berada dalam antrean.
Perusahaan tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.
Sementara itu, hingga 25 September 2026, sebanyak 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp16,23 triliun.
Dengan demikian, aktivitas pipeline BEI hingga akhir September 2026 masih ditopang oleh tiga jalur utama, yakni pencatatan saham, penerbitan EBUS, dan rights issue, dengan sektor Healthcare menjadi yang paling dominan dalam pipeline saham, sementara sektor Financials memimpin pipeline obligasi.




