Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (07/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Menguat

Oleh: Ria

07 September 2026, 08:26
ANALIS MARKET (07/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu (4/9), karena laporan tenaga kerja yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51%; S&P 500 melemah 0,38%; dan Nasdaq Composite turun 0,29%. Sektor semikonduktor mencatat kenaikan tertinggi yakni 3,4%, meskipun secara keseluruhan masih turun 17,8% pada kuartal ini. Sedangkan, sektor perangkat lunak dan jasa (yang sebelumnya telah naik 24% dalam periode yang sama) justru mencatat penurunan terdalam yakni sebesar 2,1%. Saham Lululemon Athletica anjlok 17,4% setelah perseroan memangkas proyeksi laba dan pendapatan untuk tahun fiskal penuh. Saham Adobe turun 6,7% menyusul pengumuman bahwa CEO lama Shantanu Narayen akan digantikan oleh Anil Chakravarthy, yang berasal dari internal perusahaan. Saham perusahaan pelaporan kredit AS melemah setelah Direktur Federal Housing Finance Agency, Bill Pulte, menyatakan pada hari Kamis bahwa ia telah menginstruksikan Fannie Mae dan Freddie Mac agar mengizinkan seluruh pemberi pinjaman menggunakan sistem penilaian kredit VantageScore. Di sisi lain, Wall Sreet tutup pada Senin 7/9) untuk merayakan Hari Buruh (Labor Day). Selain itu, pertemuan The Fed berikutnya tanggal 15-16 September.

Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (4/9), seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Indeks MSCI Emerging Asia naik 1,6% dan menuju kenaikan harian terbaik dalam sepekan. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak naik, masing-masing sebesar 1,3% dan 0,03%. Sementara bursa Korea Selatan dan Taiwan, yang didominasi saham teknologi, masing-masing menguat 1,6% dan 1,5%. Selain itu, penguatan pada Hang Seng Hong Kong melesat 1,7%; sedangkan ASX 200 Australia turun 0,16%. Selain itu, STI Singapura menguat 0,9%; dan KLCI Malaysia melemah 0,4%. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang utama. Sentimen pasar membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan lebih memilih mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan September apabila data inflasi mendatang kembali menunjukkan tanda-tanda disinflasi.

Sementara itu, diperdagangan sebelumnya (04/9), IHSG ditutup turun 0.47%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp317 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ASII, BBCA, ANTM, ISAT dan CPIN.

“IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6600-6640 dan Resist IHSG: 6670-6720,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (07/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, BBNI, BREN, VKTR, AALI, dan BWPT.

Berikut ini trading plan-nya:

BUMI Spec Buy dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 202. Target dekat di 214-218.

BBNI Spec Buy dengan area beli di 3900-3940, cutloss di bawah 3860. Target dekat di 4000-4040.

BREN Spec Buy dengan area beli di 3350-3360, cutloss di bawah 3300. Target dekat di 3400-3450.

VKTR Spec Buy dengan area beli di 865, cutloss di bawah 845. Target dekat di 890-920.

AALI Spec Buy dengan area beli di 8375-8500, cutloss di bawah 8325. Target dekat di 8625-8750.

BWPT Spec Buy dengan area beli di 127-130, cutloss di bawah 125. Target dekat di 135-140.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More