ANALIS MARKET (04/9/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (03/9), IHSG ditutup menguat +72,11 poin (+1,09%) ke level 6.667,89.
Penguatan signifikan IHSG didorong oleh membaiknya sentimen global dan faktor domestik.
Melemahnya dolar AS serta turunnya imbal hasil US Treasury meningkatkan risk appetite investor terhadap emerging market, termasuk Indonesia, sekaligus mendorong penguatan rupiah.
Sentimen positif tersebut kemudian diperkuat oleh aksi beli pada saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan, serta meningkatnya volume dan nilai transaksi.
Kombinasi faktor tersebut membuat IHSG mampu menguat secara signifikan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+1,18%), S&P 500 (+1,06%), & Nasdaq (+1,40%).
Penguatan tersebut didorong oleh meredanya imbal hasil US Treasury setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih dovish terkait prospek suku bunga.
Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan.
Ekspektasi terhadap kondisi suku bunga yang lebih rendah kemudian menekan biaya pinjaman dan meningkatkan risk appetite investor, sehingga mendorong penguatan pada sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti teknologi, perangkat lunak, dan perbankan.
Sentimen positif tersebut tercermin dari kenaikan saham-saham besar seperti Microsoft, Meta, Oracle, JPMorgan, dan Goldman Sachs.
“Menyikapi kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan menguat sembari mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (04/9).




