Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (23/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

23 September 2026, 08:27
ANALIS MARKET (23/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (22/9), IHSG ditutup melemah 107,68 poin (-1,69%) ke level 6.277,04.

Pelemahan IHSG disebabkan sikap wait & see investor menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia, sehingga membuat Rupiah tertekan.

Di saat yang sama, investor asing melanjutkan aksi jual saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI.

Tekanan juga datang dari sektor energi akibat turunnya harga minyak, serta potensi pergeseran dana ke Vietnam setelah negara tersebut naik kelas dalam indeks FTSE Russell.

Secara teknikal, IHSG yang menembus level MA60 dan MA100 semakin memperkuat aksi jual dan meningkatkan peluang indeks menguji area 6.200.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (-0,36%), S&P 500 (+0,00%), & Nasdaq (+0,45%).

Pergerakan saham AS pada perdagangan Selasa terutama dipengaruhi oleh penguatan sektor AI dan semikonduktor setelah respons positif terhadap Muse AI milik Meta serta rencana Anthropic meluncurkan model AI baru dengan biaya lebih rendah, sehingga saham Nvidia, Micron, dan Sandisk menguat dan mendorong Nasdaq ke rekor baru.

Sentimen pasar juga membaik setelah Presiden Trump menyebut pertemuan pejabat AS dengan perwakilan Iran berlangsung “sangat baik”, yang membantu meredakan kekhawatiran geopolitik dan memangkas pelemahan S&P 500.

Namun, tekanan pada saham perbankan, terutama JPMorgan dan Bank of America, membatasi penguatan pasar dan membuat DJIA justru melemah.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik. Investor hari ini akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait kebijakan suku bunganya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (23/9).

Berita Terkini

See More