ANALIS MARKET (24/9/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Lagi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah, tertekan oleh saham Alphabet dan Amazon, karena yield obligasi pemerintah naik dan presiden Iran mengatakan Teheran tidak akan pernah menyerah pada tekanan AS. Rabu (23/9), indeks S&P 500 ditutup turun 0,75%; Nasdaq Composite anjlok 1,13%; dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,68%. Harga minyak naik hampir 4% dan indeks sektor energi S&P 500 menguat setelah pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di PBB, sehari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia dapat "menghancurkan" Iran. Sebuah survei menunjukkan aktivitas bisnis AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari lima tahun pada bulan September, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi dan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober. Yield US Treasury tenor 2 tahun mencapai level tertinggi sejak tahun 2024, dengan yield US Treasury tenor 10Y mencapai level tertinggi sejak tahun 2007. Saham Meta Platforms naik 1%, setelah penerimaan yang kuat terhadap asisten AI "Muse" miliknya, yang menurut analis dapat menguntungkan saham infrastruktur teknologi, sementara menantang bank, platform belanja online, dan bisnis konsumen lainnya. Sementara, saham Alphabet turun 3,8%. Saham Amazon, yang telah memblokir Muse dari platform belanjanya, melemah 2,2%; dan Nvidia turun 1,5%. Sedangkan saham Expedia dan Airbnb keduanya melemah lebih dari 7%.
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi dengan mayoritas melemah pada perdagangan Rabu (23/9). Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,01%; Shanghai Composite turun 0,39%; sedangkan Taiex Taiwan menguat 0,75%; Kospi Korea Selatan naik 0,90%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,09%. Sementara, FTSE Straits Times turun 0,24%; FTSE Malay KLCI melemah 0,42%. Di sisi lain, pasar saham Jepang masih libur pada Rabu (23/9) untuk memperingati Hari Ekuinoks Musim Gugur. Penurunan pasar China dan Hong Kong, karena investor mengurangi ekspektasi terhadap rencana pertemuan antara presiden AS dan China, serta meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Eropa. Di sisi lain, inflasi utama harga konsumen Singapura naik 2,2% pada bulan Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, atau melampaui konsensus sebesar 2,1%. Sementara di domestik, BI memutuskan untuk menahan suku bunga (BI-Rate) di level 5,75% pada RDG BI Sep-26. Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Sementara itu, IHSG kemarin (23/9), ditutup naik 1.56%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp468 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, TLKM, ISAT dan ADRO.
“IHSG berpotensi koreksi lagi untuk tes support di area 6320-6340 hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6320-6340 dan Resist IHSG: 6420-6440,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (24/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, ADRO, TAPG, KPIG, BIPI, dan CUAN.
Berikut ini trading plan-nya:
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1450-1465, cutloss di bawah 1450. Target dekat di 1480-1500.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2570-2600, cutloss di bawah 2570. Target dekat di 2620-2660.
TAPG Spec Buy dengan area beli di 1940-1980, cutloss di bawah 1940. Target dekat di 2030-2060.
KPIG Spec Buy dengan area beli di 55, cutloss di bawah 54. Target dekat di 57-60.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 147-150, cutloss di bawah 146. Target dekat di 155-160.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 935-960, cutloss di bawah 920. Target dekat di 980-1020.
Disclaimer on




