Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (29/9/2026): IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

Oleh: Ria

29 September 2026, 07:33
ANALIS MARKET (29/9/2026): IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street melemah pada perdagangan Senin (28/9). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,67%; S&P 500 melemah 0,77%; dan Nasdaq Composite berkurang 0,92%. Kenaikan harga minyak dan yield obligasi pemerintah AS menjadi sentimen negatif di tengah ketidakpastian prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran. Harga minyak sempat melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran. Kemudian mereda setelah muncul ekspektasi bahwa mediator Qatar akan kembali menggelar pembicaraan dengan kedua negara untuk mencari kemungkinan kesepakatan. Saham Boeing anjlok 6,9% setelah Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan akan menunda sertifikasi Boeing 737 MAX 10 hingga persoalan perangkat lunak yang baru terungkap dapat diselesaikan. Sedangkan, saham Nvidia menguat 1,6%. Penguatan terjadi setelah perseroan tersebut mengumumkan otorisasi pembelian kembali saham senilai US$150 miliar, yang menjadi program buyback terbesar dalam sejarah perusahaan. Sementara, saham Tesla turun 3,9% setelah broker J.P. Morgan memangkas target harga saham tersebut dengan alasan lemahnya pengiriman kendaraan pada 3Q26.

Di sisi lain, Bursa saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin awal pekan (28/9), di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Selain itu, mencermati ketidakpastian penyelesaian konflik AS dan Iran, serta dampak terhadap inflasi dan suku bunga global. Indeks saham unggulan (blue-chip) China turun lebih dari 2%, seiring memudarnya optimisme terhadap pertemuan utama AS-China. Sementara itu, indeks CSI300 yang mencakup perusahaan big cap turun 2,2%; dan indeks Shanghai Composite turun 1,7%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong tetap buka selama sebagian besar masa liburan "Golden Week" China, menguat 0,54%. Di sisi lain, indeks KOSPI Korea Selatan turun 2,7%; sementara KOSDAQ naik 0,25%. Sekedar informasi, pasar keuangan Korea Selatan tutup pada Kamis (24/9) dan Jumat (25/9) karena libur nasional setempat. Australia melaporkan defisit anggaran final sebesar A$ 22,3 miliar atau setara US$ 15,65 miliar untuk periode Jun-26, lebih baik dari perkiraan sebelumnya, karena belanja yang lebih rendah dan penerimaan pajak yang lebih kuat meningkatkan pendapatan pemerintah, kata Departemen Keuangan pada Senin (28/9).

Sementara itu, IHSG kemarin (28/9) ditutup koreksi 1.51%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp260 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TLKM, TINS, MDKA dan INCO.

“IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan, dengan potensi sedikit rebound ke 6180-6200. Diperkirakan Support IHSG: 6070-6100 dan Resist IHSG: 6180-6200,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (29/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, DSSA, INET, SRSN, BUVA, dan MNCN.

Berikut ini trading plan-nya:

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 178-180, cutloss di bawah 177. Target dekat di 183-185.

DSSA Buy on Weakness dengan area beli di 1030-1055, cutloss di bawah 1015. Target dekat di 1075-1100.

INET Buy on Weakness dengan area beli di 280-286, cutloss di bawah 280. Target dekat di 292-300.

SRSN Spec Buy dengan area beli di 114-116, cutloss di bawah 111. Target dekat di 119-122.

BUVA Spec Buy dengan area beli di 580-600, cutloss di bawah 580. Target dekat di 620-640.

MNCN Spec Buy dengan area beli di 115-118, cutloss di bawah 113. Target dekat di 122-127.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More