ANALIS MARKET (19/10/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Melemah
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup melemah (16/10), seiring meningkatnya VIX index ke level 22 yang memicu meningkatnya volatilitas.
Pelemahan dipicu dari saham sektor teknologi yang terkena sentimen menguatnya harga minyak dunia seiring konflik Timur Tengah.
Dalam pidatonya di Jumat (16/10) malam, Kevin Warsh tidak memberikan signal spesifik terkait Fed Fund Rate.
Namun ia menjelaskan, inflasi yang tinggi tidak mengubah outlooknya terhadap kondisi ekonomi AS.
Hal tersebut membuat signal kenaikan suku bunga mereda untuk FOMC di akhir bulan.
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11% dan menjadi pelemahan harian terbesar sejak 1998, seiring pengumuman MSCI untuk men-downgrade Indonesia ke level Standalone.
OJK dan BEI pada hari Minggu (18/10) mengumpulkan sejumlah analis dan perwakilan MI yang menghasilkan kebijakan relaksasi ARB di level 7%.
“IHSG kami proyeksikan bergerak fluktuatif dengan bias melemah di rentang 5000-5200,” sebut Investment Growth Specialist Team PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Senin (19/10).
Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.




