Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)

ANALIS MARKET (16/10/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Fluktuatif dengan Bias Melemah

Oleh: Ria

16 Oktober 2026, 08:04
ANALIS MARKET (16/10/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Fluktuatif dengan Bias Melemah

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup rebound setelah meredanya kekhawatiran mengenai saham sektor AI & semikonduktor yang selama ini menjadi drive pergerakan indeks.

Dari data ekonomi, tercatat PPI AS rilis diatas ekspektasi sebesar 1,3% hal ini sejalan dengan rilis inflasi tahunan sebesar 3,7%.

Faktor yang membuat inflasi dan PPI meningkat adalah kenaikan indeks harga energi yang mencatatkan kenaikan 20% YTD.

Hal tersebut membuat odds untuk potensi kenaikan suku bunga meningkat menjadi 44% dalam pantauan CME FedWatch.

Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan sebelumnya (15/10), sebelum akhirnya ditutup melemah +1,33%.

Setelah sempat mengalami drop lebih dari 2% saat intraday, akibat akumulasi dari saham saham perbankan oleh investor asing.

Dari MSCI, terdapat informasi review mengenai potensi penurunan kelas pasar ke standalone market dengan tenggat pengumuman pada 1H 2027.

Hal tersebut akan membuat pasar menjadi lebih volatil.

“IHSG kami proyeksikan bergerak fluktuatif dengan bias melemah di rentang 5600-5800,” sebut Ahmad Faris Mu’tashim - Investment Growth Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Jumat (16/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading pelaku pasar, yaitu:

-MYOR - Trading Buy, Entry: 1410-1470, TP: 1520, 1560 SL: <1385

-DSNG - Trading Buy, Entry 1395-1465, TP: 1515, 1575 SL: <1350

Note: Mengingat kondisi pasar yang berpotensi volatil seiring news terkait pengumuman MSCI, trading idea ini bersifat watchlist dan disesuaikan kembali pada saat keadaan pasar berjalan.

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.

Berita Terkini

See More