ANALIS MARKET (16/10/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (15/10), IHSG ditutup melemah 79,24 poin (-1,33%) ke level 5.863,78.
Pelemahan tersebut dipicu oleh inflasi AS September yang mencapai 3,7% YoY, lebih tinggi dari perkiraan 3,6% YoY.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi AS.
Akibatnya, investor cenderung menarik dana dari pasar saham, termasuk Indonesia.
Tekanan juga datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kenaikan harga energi, kekhawatiran terhadap pasokan BBM dalam negeri, serta ketidakpastian hubungan dagang AS–Tiongkok.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+1,08%), S&P 500 (+0,33%), & Nasdaq (+0,08%).
Penguatan tersebut karena tekanan jual saham teknologi dan AI mulai mereda.
Sentimen pasar membaik setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa CoreWeave tidak membutuhkan bantuan dana dari Nvidia, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap kondisi bisnis infrastruktur AI yang dibiayai dengan utang besar.
Saham Microsoft naik 1,1% dan Oracle menguat 3%, sedangkan penurunan saham-saham semikonduktor mulai melambat.
Selain itu, kenaikan harga obligasi pemerintah AS turut membantu meredakan tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang terjadi teknikal rebound. Disaat yang sama, investor terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, yield US Treasury, inflasi AS, & arah kebijakan suku bunga The Fed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (16/10).




