Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (29/9/2026): IHSG Cenderung Bearish

Oleh: Ria

29 September 2026, 08:58
ANALIS MARKET (29/9/2026): IHSG Cenderung Bearish

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (28/9), IHSG ditutup melemah 94,03 poin (- 1,51%) ke level 6.147,86.

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh Rupiah yang tertekan mendekati Rp18.000/US$ akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di emerging market.

Tekanan semakin kuat seiring kenaikan harga minyak dan yield US Treasury yang meningkatkan kekhawatiran inflasi serta mendorong aksi jual investor asing, khususnya pada saham berkapitalisasi besar.

Di sisi domestik, perubahan aturan BEI terkait penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 turut meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga rendah.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,67%), S&P 500 (-0,77%), & Nasdaq (-0,92%).

Pelemahan tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia sehingga menyebabkan kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga The Fed.

Tekanan pasar obligasi semakin kuat setelah Presiden Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga yield US Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun.

Investor kini menantikan rilis data PCE dan laporan ketenagakerjaan AS pekan ini sebagai indikator kondisi ekonomi dan arah kebijakan The Fed.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan bearish, seiring investor terus mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, penerapan batas minimum Rp1 saham domestik, serta nilai tukar rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (29/9).

Berita Terkini

See More