Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (14/10/2026): IHSG Berpeluang Kembali Koreksi

Oleh: Ria

14 Oktober 2026, 07:10
ANALIS MARKET (14/10/2026): IHSG Berpeluang Kembali Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Utama Wall Street ditutup turun pada perdagangan Selasa (13/10). Indeks Nasdaq melemah karena saham produsen chip kembali turun dan investor mencermati hasil kinerja kuartalan yang beragam dari Citigroup serta bank-bank besar AS lainnya. Indeks S&P 500 turun 0,02%; Nasdaq melemah 0,15%; dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,35%. Indeks chip PHLX turun 0,23% setelah CEO Broadcom, Hock Tan, pada hari Senin menyamakan sebagian aliran investasi ke sektor ini dengan "perjudian kasino." Selain itu, laporan mengenai kemajuan teknologi oleh perusahaan cip memori asal China, CXMT, memperkuat kekhawatiran akan meningkatnya persaingan. Saham Micron Technology turun 3,6% dan Applied Materials merosot hampir 7%. Saham Broadcom naik 0,7%. Saham Citigroup turun 5,6% dan saham Goldman Sachs melemah 0,2% meskipun laba kedua bank tersebut melampaui perkiraan. Saham Wells Fargo turun 3,1% setelah pendapatan bunga bersihnya berada di bawah perkiraan, sementara JPMorgan Chase berakhir turun 0,9% menyusul capaian laba yang meleset dari ekspektasi, sebuah kejadian yang jarang terjadi. Ekspektasi akan musim laporan keuangan yang kuat telah meredam kekhawatiran mengenai konflik AS dengan Iran, lonjakan imbal hasil obligasi, serta inflasi yang dipicu oleh tingginya harga minyak.

Di sisi lain, Bursa Asia-Pasifik beragam dengan mayoritas naik pada perdagangan Selasa (13/10), karena saham-saham terkait AI kembali tertekan menjelang musim laporan keuangan. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,8%; sedangkan Kosdaq naik 0,14%. Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 5,5%; dan Kosdaq turun 1,4%. Sementara, indeks ASX 200 Australia sedikit naik 0,1%; Hang Seng Hong Kong menguat 0,3%; Taiex Taiwan turun 2% dan CSI 300 China melemah 0,3%. STI Singapura naik 0,28%; dan FTSE Malaysia menguat 0,33%. Di sisi lain, antusiasme terhadap AI mereda seiring investor yang mempertimbangkan prospek capex dibandingkan meningkatnya biaya pinjaman. Peringatan seputar perdagangan AI semakin meningkat setelah CEO Broadcom Inc Hock Tan juga menyuarakan kekhawatiran. Menurutnya, ledakan AI telah menarik investor yang strateginya menyerupai strategi para penjudi, menyiratkan bahwa sebagian dari mereka kurang memahami apa yang dipertaruhkan.

Sementara itu, IHSG kemarin (13/10) ditutup turun 0.17%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp5.9 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ASII, TINS, BRMS, BBCA dan ENRG.

“Jika IHSG break di atas 5950, IHSG akan mencoba melanjutkan kenaikan ke 5980-6000. Akan tetapi, hati-hati sepanjang belum break di atas 6000, IHSG berpeluang kembali koreksi tes support di 5770. Diperkirakan Support IHSG: 5870-5900 dan Resist IHSG: 5980-6000,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (14/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, INET, ASII, TOWR, BRMS, dan BBCA.

Berikut ini trading plan-nya:

BUMI Buy if Break 167, dengan target dekat di 171-178. Cutloss di bawah 165.

INET Spec Buy dengan area beli di 228-234, cutloss di bawah 226. Target dekat di 244-252.

ASII Spec Buy dengan area beli di 4750, cutloss di bawah 4720. Target dekat di 4800-4880.

TOWR Spec Buy dengan area beli di 452, cutloss di bawah 448. Target dekat di 460-466.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 540-555, cutloss di bawah 540. Target dekat di 570-580.

BBCA Spec Buy dengan area beli di 5900-5950, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6050-6100.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More