Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)

ANALIS MARKET (13/10/2026): IHSG Berpotensi Mengalami Technical Rebound

Oleh: Ria

13 Oktober 2026, 07:33
ANALIS MARKET (13/10/2026): IHSG Berpotensi Mengalami Technical Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan kemarin (12/10).

Penguatan dicatatkan oleh Dow Jones (+0,38%) dan NYSE Composite (+0,22%), sementara S&P 500 (-0,06%) dan Nasdaq (-0,44%) mengalami koreksi tipis.

Penurunan imbal hasil (yield) US Treasury memberikan sentimen yang cukup positif bagi pasar saham.

Meskipun lonjakan tajam pada yield jangka panjang sempat memicu aksi hedging terkait KPR (mortgage-related hedging) yang menambah tekanan jual di pasar obligasi, dampaknya dinilai relatif lebih terbatas dibandingkan periode sell-off sebelumnya.

Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam sebesar -2,59% pada perdagangan Senin (12/10), menandai penurunan harian terbesar sejak 30 Juni.

Pelemahan tersebut dipicu oleh isu sensitif terkait rumor sanksi/denda pada beberapa saham konglomerasi akibat isu HSC, yang sejauh ini belum terkonfirmasi kebenarannya.

Meski terjadi penurunan signifikan, data perdagangan mencatat investor asing tidak melakukan aksi jual masif.

Asing mencatatkan net sell pada saham Big Banks (BMRI, BBCA), namun melakukan net buy pada GOTO, BBRI, dan ASII, sehingga secara keseluruhan investor asing justru membukukan akumulasi beli bersih (net buy) sebesar Rp142 miliar.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpotensi mengalami technical rebound menguji area level 5.980, dengan titik support krusial berada di kisaran 5.860,” sebut Azharys Hardian - Investment Growth Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Selasa (13/10).

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.

Berita Terkini

See More