ANALIS MARKET (12/10/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (9/10), IHSG ditutup menguat +62,48 poin (+1,04%) ke level 6.093,76.
Penguatan IHSG didorong oleh adanya technical rebound setelah tekanan jual sebelumnya, penguatan rupiah, serta membaiknya sentimen bursa Asia.
Kenaikan harga emas turut mendorong saham-saham terkait komoditas, sedangkan penurunan yield US Treasury 10 tahun sebesar 4 basis poin ke 5,23% membantu mengurangi tekanan terhadap pasar saham negara berkembang.
Aksi beli yang meluas ke hampir seluruh sektor menunjukkan perbaikan minat investor terhadap aset berisiko domestik.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,83%), S&P 500 (+0,59%), & Nasdaq (+0,64%).
Penguatan tersebut didorong oleh rebound saham teknologi dan AI, meredanya harga minyak, serta berkurangnya kekhawatiran geopolitik terkait Iran.
Penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Selain itu, pelaku pasar mulai mengantisipasi musim laporan keuangan kuartal III-2026 dan rilis data inflasi AS pada pekan berikutnya, yang akan menjadi indikator penting bagi prospek laba emiten dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas. Disaat yang sama, pelaku pasar terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, yield US Treasury, inflasi AS, & arah kebijakan suku bunga The Fed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (12/10).




