ANALIS MARKET (13/10/2026): IHSG Berpotensi Menguat Terbatas ke Level 5980-6000
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (12/10), indeks Nasdaq menurun karena harga minyak melonjak hampir US$ 2/bbl menyusul serangan terhadap bandara di Arab Saudi, serta investor menantikan dimulainya musim laporan laba Q3 oleh bank-bank dan rilis data ekonomi minggu ini. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,38%; S&P 500 turun 0,06%; dan Nasdaq Composite melemah 0,44%. Harga minyak melonjak setelah serangan mematikan di bandara internasional Riyadh selama akhir pekan. Serangan tersebut membayangi prospek peningkatan pasokan setelah Presiden AS Donald Trump menyambut baik ekspor solar baru dari Rusia dan membahas gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina terkait target infrastruktur energi. Di sisi lain, investor AS akan fokus pada laporan laba perusahaan, antara lain Goldman Sachs, Citigroup, dan JPMorgan Chase dijadwalkan melaporkan kinerja mereka pada awal hari Selasa. Data lain yang akan dirilis pekan ini mencakup angka inflasi konsumen dan produsen AS untuk bulan September serta data penjualan ritel. Sektor teknologi turun 0,9%, dan sektor barang konsumsi non-pokok turun 0,7%, menjadi sektor dengan kinerja terlemah. Di sektor barang konsumsi non-pokok, saham Chipotle Mexican Grill turun 3,8% setelah Starbucks menyatakan tidak akan mengakuisisi jaringan restoran burrito tersebut. Sementara, saham Starbucks ditutup naik 1,7%. Saham Microsoft ditutup naik 1,1%, menyusul pengumuman rencana perusahaan untuk menggelar penggunaan chip AI buatannya sendiri secara besar-besaran.
Di sisi lain, Pasar saham Asia berfluktuatif pada perdagangan Senin (12/10), di tengah kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi yang tinggi menjelang musim laporan keuangan perusahaan. Selain itu, harga minyak dunia melemah di tengah ketidakpastian pasokan energi dari Rusia. Konflik di kawasan Teluk masih berlanjut, termasuk serangan terhadap kapal dan bandara. Di Korea Selatan, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,6%; dan Kosdaq merosot 4,8%. Selain itu, Taiex Taiwan turun 0,02%; China daratan melemah 0,68%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,25%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,76%. Indeks STI Singapura menguat 0,25%; dan KLCI Malaysia naik 0,59%. Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai usulan gencatan senjata serangan terhadap fasilitas energi antara Rusia dan Ukraina menambah ketidakpastian prospek pasokan minyak global. Trump juga mengusulkan agar Rusia meningkatkan ekspor solar atau diesel. Usulan tersebut menuai penolakan dari sejumlah senator Partai Republik maupun Demokrat yang menilai langkah itu berpotensi melanggar hukum.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup turun 2.6%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp81 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah GOTO, BBRI, ASII, VKTR dan TINS.
“IHSG berpotensi menguat terbatas ke 5980-6000, tapi hati-hati jika gagal break diatas 6020, IHSG masih kembali potensi koreksi ke 5800-an. Pergunakan teknikal rebound ini untuk take profit dulu. Diperkirakan Support IHSG: 5800-5875 dan Resist IHSG: 5980-6020,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Selasa (13/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, ADRO, INDF, MAPA, KLBF, dan ANTM.
Berikut ini trading plan-nya:
BBCA Spec Buy dengan area beli di 5900-5950, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6025-6100.
ADRO Buy on Weakness dengan area beli di 2430-2460, cutloss di bawah 2430. Target dekat di 2510-2540.
INDF Spec Buy dengan area beli di 6900, cutloss di bawah 6875. Target dekat di 6975-7050.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 620. Target dekat di 635-640.
KLBF Spec Buy dengan area beli di 750-765, cutloss di bawah 750. Target dekat di 780-790.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 3050, cutloss di bawah 3020. Target dekat di 3100-3130.
Disclaimer on



