Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (02/9/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Wajar

Oleh: Ria

02 September 2026, 06:55
ANALIS MARKET (02/9/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Wajar

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Selasa (1/9/2026), dengan Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin. Kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) dan kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 turun 0,71%; Nasdaq Composite terkoreksi 1,03%; dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,79%. Tekanan terhadap pasar saham semakin kuat setelah harga minyak melonjak menyusul penyataan Komando Pusat AS bahwa pasukan Amerika menyerang target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran. Harga minyak mentah WTI melonjak 5,2%; sedangkan Brent naik 4,6%. Senin (1/9), sebuah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terkena tiga proyektil yang belum diketahui asalnya. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan merespons serangan terbaru Iran terhadap pangkalan Militer AS di kawasan tersebut. Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang. Selain itu, pasar masih menunggu laporan nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pada Jumat (4/8).

Di sisi lain, Bursa Asia melemah pada perdagangan Selasa (1/9). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,93%; CSI 300 China turun 0,3%; dan ASX 200 Australia sedikit terkoreksi 0,1%. Sedangkan, Taiex Taiwan melesat 1,8%; dan KOSPI Korea Selatan naik 0,23%. Sementara itu, FTSE Straits Times melemah 0,7%; dan FTSE Malay KLCI turun 1,4%. Di sisi lain, pergerakkan tersebut karena kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang membebani sentimen investor. Selain itu kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di domestik, BPS melaporkan, pada Agustus 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 1,86 persen. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,92 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,21 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,97 persen.

Sementara itu, IHSG kemarin (01/9) ditutup naik 1.14%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.76 Triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA dan CPIN.

“IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6540-6570 dan Resist IHSG: 6620-6700,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (02/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INDY, VKTR, RAJA, AMMN, JARR, dan SQMI.

Berikut ini trading plan-nya:

INDY Spec Buy dengan area beli di 2730-2770, cutloss di bawah 2730. Target dekat di 2790-2830.

VKTR Spec Buy dengan area beli di 915-930, cutloss di bawah 915. Target dekat di 945-970.

RAJA Buy if Break 825, dengan target dekat di 840-850. Cutloss di bawah 815.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4340-4360, cutloss di bawah 4300. Target dekat di 4410-4450.

JARR Spec Buy dengan area beli di 3000-3060, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3100-3140.

SQMI Spec Buy dengan area beli di 82-85, cutloss di bawah 82. Target dekat di 91-98.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More