Kementan Siapkan 2 Juta Hektar Lahan Buat Pengembangan Bioetanol
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Sebagai fondasi dalam pengembangan industri bioetanol nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lahan seluas 1-2 juta hektare.
Lahan tersebut, akan digunakan untuk mengembangkan tiga komoditas utama, yakni tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan bioetanol tidak cukup hanya dengan membangun pabrik.
Untuk itu, Pemerintah terlebih dahulu perlu memastikan ketersediaan bahan baku melalui pengembangan kawasan pertanian dalam skala besar yang terintegrasi dengan industri pengolahan.
“Etanol ini butuh lahan 1-2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” ujar Amran, setelah memimpin rapat program khusus pengembangan bioetanol bersama 44 bupati dari sejumlah daerah di Jakarta, Senin (21/9).
Mentan kemudian menjelaskan, ketiga komoditas tersebut akan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing daerah.
Tebu menjadi salah satu fokus utama karena memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol.
Sementara itu, singkong dan jagung akan dikembangkan di wilayah yang memiliki kesesuaian lahan dan produktivitas tinggi.
“Ini cetak tebu, tanam tebu, tanam ubi, tanam jagung. Kita jadikan etanol,” ucap Mentan Amran.
Menurut Mentan, kepastian bahan baku menjadi fondasi penting untuk menarik investasi industri bioetanol.
Karena itu, pemerintah akan melakukan konsolidasi lahan dan menyiapkan kawasan produksi sebelum pembangunan industri dilakukan secara masif.
Sedangkan buat pembiayaan pembangunan industri bioetanol nantinya dapat melibatkan BUMN dan swasta.
Pemerintah juga akan berperan dalam menyiapkan kawasan, sedangkan investasi industri dapat diperkuat melalui keterlibatan sektor swasta.
“Anggarannya mungkin 30% dari BUMN, 70% dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara,” kata Mentan.
Ia juga menegaskan, pengembangan bioetanol harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pemerintah akan mendorong skema kemitraan agar masyarakat ikut menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan pertanian dan industri.
“Ini tidak boleh monopoli, minimal 30% rakyat. Jadi rakyat menikmati. Sekarang enggak boleh di bawah 20%, harus 30% untuk rakyat. Harus tumbuh bersama kalau negara mau kuat,” tandas Mentan Amran.




