Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (21/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

21 September 2026, 08:59
ANALIS MARKET (21/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (18/9), IHSG ditutup melemah 21,27 poin (-0,33%) ke level 6.441,16.

IHSG melanjutkan pelemahan seiring masih minimnya katalis positif di market.

Setelah The Fed menaikkan suku bunga, Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) ikut menaikkan suku bunga acuannya sebesar +25 bps ke level 1,25% pada Jumat (18/9), sesuai ekspektasi dan menandai level tertinggi sejak 1995.

Hal ini mendorong capital outflow dari emerging market termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan Indonesia mencatat bahwa defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap PDB.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, tercermin dari DJIA (-0,18%), S&P 500 (+0,17%), & Nasdaq (+0,39%).

Yield Treasury AS 10 tahun kembali meningkat seiring ketidakpastian yang masih tinggi terkait pasokan minyak dari Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan gas alam.

Ancaman inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi turut memengaruhi inflasi inti konsumen, sehingga mendorong The Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga pada pekan ini.

Mayoritas anggota FOMC juga melihat adanya kebutuhan untuk kembali menaikkan suku bunga.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (21/9).

Berita Terkini

See More