Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (22/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

22 September 2026, 08:57
ANALIS MARKET (22/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (21/9), IHSG ditutup melemah 56,43 poin (- 0,87%) ke level 6.384,73.

Pelemahan IHSG terutama akibat tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, BBCA, TLKM, BBRI, dan BMRI, sehingga penurunan saham-saham tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks.

Pelemahan IHSG juga diperkuat oleh aksi jual bersih investor asing sekitar Rp510 miliar serta penurunan pada sektor infrastruktur, energi, barang konsumer primer, dan barang baku.

Di sisi lain, investor cenderung menahan diri dan bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia, ditambah ketidakpastian geopolitik global yang masih menjadi perhatian pasar.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,71%), S&P 500 (+1,49%), & Nasdaq (+2,26%).

Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB.

Di sisi lain, aktivitas pengiriman minyak Arab Saudi dari kawasan Teluk Persia meningkat tajam selama akhir pekan.

Harga minyak mentah dan produk olahan kembali turun dari level puncaknya bulan ini, sehingga mengurangi tekanan terhadap pasar obligasi.

Penurunan biaya kredit juga memperbaiki prospek perusahaan teknologi besar (AI hyperscalers) untuk terus menerbitkan utang dalam jumlah besar guna membiayai ekspansi AI, sehingga turut menopang saham produsen chip dan perusahaan infrastruktur AI.

Optimisme semakin kuat setelah Meta (+11,4%) menunjukkan tanda-tanda keberhasilan pada teknologi AI agent barunya, yang meningkatkan ekspektasi terhadap permintaan chip.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (22/9).

Berita Terkini

See More