Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (22/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Namun Cenderung Melemah

Oleh: Ria

22 September 2026, 06:45
ANALIS MARKET (22/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Namun Cenderung Melemah

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street rally dengan indeks Nasdaq Composite melonjak hingga mencapai rekor penutupan tertinggi, didorong oleh kenaikan saham Advanced Micro Devices dan perusahaan-perusahaan raksasa AI lainnya. Di sisi lain, yield US Treasury turun dari level tertinggi dan harga minyak mentah anjlok ke level terendah akibat spekulasi mengenai potensi terobosan dalam pembicaraan Timur Tengah di pertemuan PBB minggu ini. Senin (21/9), indeks S&P 500 ditutup naik 1,49%; Nasdaq Composite melonjak 2,26%; dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,71%. Saham sektor chip naik dengan saham Intel melonjak 12,2% dan saham Arm Holdings melesat 17%. Saham Advanced Micro Devices juga melonjak sekitar 10% hingga mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 triliun untuk pertama kalinya. Yield obligasi acuan AS tenor 10Y turun di bawah level psikologis 5%. Sementara, harga minyak mentah berjangka Brent turun ke level US$ 100,34/bbl. Di tengah aksi saling melontarkan ancaman antara Washington dan Teheran sepanjang akhir pekan, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan akan menghadiri Sidang Umum PBB di New York minggu ini. Saham Meta melonjak 11,4% setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham platform media sosial tersebut menyusul peluncuran asisten AI Muse baru-baru ini.

Di sisi lain, Saham-saham teknologi Asia menguat pada perdagangan Senin (21/9), didorong optimisme terhadap prospek AI dan sektor semikonduktor. Investor juga mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini mengenai hubungan dagang dan prospek ekonomi global. Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 1,65%; Taiex Taiwan juga naik 1,14%; Hang Seng Hong Kong menguat 1,18%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,01%. Sentimen pasar dipengaruhi ekspektasi bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga. Sementara di kawasan Asia Tenggara, indeks STI Singapura naik 0,34%. Tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura pada 2Q26 mencapai level tertinggi sejak puncak pandemi Covid pada akhir tahun 2020. Tingginya kasus PHK didorong oleh reorganisasi dan restrukturisasi bisnis. Terdapat 4.620 kasus PHK pada 2Q26, meningkat dari 3.830 kasus PHK yang tercatat pada 1Q26. Selain sentimen global, di Indonesia mencermati pertemuan kebijakan BI pekan ini, mengenai arah suku bunga BI di tengah upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara itu, IHSG kemarin (21/9) ditutup turun 0.88%, ke level 6,384.73 disertai dengan net sell asing sebesar Rp510 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ANTM, BBCA, TLKM, dan MDKA.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi sideways namun cenderung melemah, seiring sikap wait and see investor menanti hasil RDG BI. Diperkirakan Support IHSG: 6340-6270 dan Resist IHSG: 6440-6500,” sebut Muhammad Lutfi Permana - Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Selasa (22/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi Trading Idea hari ini, yaitu: TPIA, BULL, BIPI, ARKO, MEDC, dan COIN.

Berikut ini trading plan-nya:

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1880-1870, dengan target dekat di 1910-1935. Cutloss di bawah 1845.

BULL Spec Buy dengan area beli di 404-400, cutloss di bawah 396. Target dekat di 410-416.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 150-148, cutloss di bawah 147. Target dekat di 152-154.

ARKO Spec Buy dengan area beli di 4090-4070, dengan target dekat di 4160-4200. Cutloss di bawah 4050.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1475-1460, cutloss di bawah 1445. Target dekat di 1500-1520.

COIN Spec Buy dengan area beli di 850-840, cutloss di bawah 830. Target dekat di 865-875.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More