Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)

ANALIS MARKET (10/9/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi dalam Rentang 6600-6720

Oleh: Ria

10 September 2026, 07:52
ANALIS MARKET (10/9/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi dalam Rentang 6600-6720

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan kemarin (09/9), dipimpin oleh Dow Jones (-0,77%), S&P 500 (-0,48%), dan Nasdaq (-0,64%).

Hal ini dipicu seiring peningkatan yield obligasi AS, dan kenaikan harga minyak dunia.

Untuk menahan kepanikan pasar, Kementerian keuangan AS berencana melakukan buyback obligasi pada tenor 10 tahun hingga 20 tahun.

Kenaikan harga minyak juga akan membuat pelaku pasar melihat arah kebijakan pada Fed Meeting pekan depan.

Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup Flattish -0,12% seiring momentum taking profit dari sektor kesehatan yang melemah -1,33% namun ditahan oleh penguatan sektor industrial +0,95% seiring naiknya saham IMPC +9,51%.

Dari data ekonomi domestik, indeks keyakinan konsumen mencatatkan kenaikan positif ke level 118,5 dari sebelumnya 116,8.

“Kami proyeksikan IHSG masih bergerak konsolidasi dalam rentang 6600-6720 hingga akhir pekan ini menunggu respon pelaku pasar terkait rilisnya data CPI dan PPI AS pada tanggal 10-11 September, malam waktu Indonesia,” sebut Ahmad Faris Mu’tashim - Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Kamis (10/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu:

-NCKL - Trading Buy, Entry Price: 970-1005, Target Price: 1040, 1070 SL if closed <955

-ANTM - Trading Buy, Entry Price: 3130-3200, Target Price 3290, 3370 SL If closed <3060

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.

Berita Terkini

See More