Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (30/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound

Oleh: Ria

30 September 2026, 07:35
ANALIS MARKET (30/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup turun tipis pada perdagangan Selasa (29/9), di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,26%; S&P 500 melemah 0,17%; dan Nasdaq Composite turun 0,08%. Selain itu, tekanan menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini dan mencermati komentar pejabat The Fed untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya. Yield US Treasury tenor 30Y naik hingga 5,6206%, level tertinggi sejak Jun-2002. Sementara, tenor 10Y mencapai 5,293%, tertinggi sejak Juni 2007. Di sektor teknologi, saham berbasis AI menjadi perhatian setelah prospektus IPO Anthropic menunjukkan pertumbuhan bisnis perusahaan yang signifikan, namun juga disertai kerugian yang semakin besar. Anthropic menargetkan valuasi lebih dari US$ 2 triliun dalam rencana IPO. Saham Meta Platforms naik 3,3% meski OpenAI memperkenalkan agen AI yang dapat bekerja secara otomatis di berbagai aplikasi untuk mengejar tujuan pengguna. Sementara, saham CarMax naik 4,7% setelah perseroan melaporkan kenaikan laba dan pendapatan kuartal kedua. Sedangkan, saham Fair Isaac Corp anjlok 26,5% setelah Direktur Federal Housing Finance Agency Bill Pulte mengatakan perusahaan pembiayaan hipotek Fannie Mae dan Freddie Mac akan menggunakan satu sistem penetapan harga.

Di sisi lain, Bursa saham Asia beragam dengan Sebagian besar melemah, Selasa (29/9). Indeks Jepang, Nikkei 225 turun 0,6%; dan Topix yang lebih luas merosot 1,72%. Di ikuti, Hang Seng Hong Kong melemah 0,48%; Taiex Taiwan turun 0,82%; dan KOSPI Korea Selatan berkurang 0,27%. Sementara, ASX 200 Australia naik 0,34%. Di sisi lain, penurunan tersebut mengikuti pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya, karena kenaikan harga minyak dan yield obligasi pemerintah menyebabkan kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat. Selain itu, para pejabat AS dan Iran berbicara secara terpisah dengan mediator pada Senin (28/9) sebagai bagian dari upaya baru untuk mengakhiri perang selama tujuh bulan yang telah mengguncang pasar energi. Sementara Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,60%, merupakan yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

Sementara itu, IHSG kemarin (29/9) ditutup koreksi 0.43%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp537 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TLKM, BBCA, PTBA, dan ADRO.

“IHSG berpotensi rebound ke 6160-6200 hari ini. Tapi masih hati-hati karena jika gagal break 6200, potensi koreksi lagi ke depan. Diperkirakan Support IHSG: 6040-6100 dan Resist IHSG: 6160-6200,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Rabu (30/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: CUAN, BUMI, AMMN, DEWA, TPIA, dan INCO.

Berikut ini trading plan-nya:

CUAN Buy on Weakness dengan area beli di 860-885, cutloss di bawah 845. Target dekat di 900-925.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 176-177, cutloss di bawah 173. Target dekat di 179-182.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4420-4480, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4520-4600.

DEWA Buy on Weakness dengan area beli di 330-340, cutloss di bawah 326. Target dekat di 348-356.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1700-1720, cutloss di bawah 1685. Target dekat di 1740-1780.

INCO Spec Buy dengan area beli di 4180-4280, cutloss di bawah 4170. Target dekat di 4380-4450.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More