Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (07/8/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

Oleh: Ria

07 Agustus 2026, 07:52
ANALIS MARKET (07/8/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8), menghentikan rally yang mengantarkan indeks utama mencetak rekor tertinggi pada awal pekan. Investor mencermati gelombang terbaru laporan keuangan emiten sekaligus memantau perkembangan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,85%, S&P 500 terkoreksi 0,18% dan Nasdaq Composite melemah tipis 0,06%. Sentimen positif didorong musim laporan keuangan yang solid sehingga meredakan kekhawatiran atas besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan AI, serta meningkatnya optimisme terhadap peluang berakhirnya konflik Iran. Di pasar komoditas, harga minyak mentah kembali menguat setelah kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa sebuah komite parlemen Iran sedang mengkaji RUU awal yang melarang kapal-kapal AS, Israel, dan negara lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. Minyak mentah WTI ditutup naik 2,75% menjadi US$ 77,29/bbl. Sementara minyak Brent menguat 3,83% ke level US$ 82,49/bbl. Dari sisi emiten, saham Western Digital anjlok 13% setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Saham Sandisk juga turun 6,8%. Platform pemasaran digital AppLovin merosot 19,7% setelah pendapatannya tidak memenuhi ekspektasi. Sementara itu, saham Datadog kehilangan 19% setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan melambat pada kuartal III.

Di sisi lain, Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Kamis (6/8), seiring rally yang dipimpin saham-saham AI. Pelaku pasar terus mencermati prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran. Indeks Jepang, Nikkei 225 turun 0,93%, dipimpin oleh pelemahan saham sektor teknologi, sedangkan Topix naik 0,24%. Sementara di Korea Selatan, indeks KOSPI merosot 4,58%, sedangkan indeks KOSDAQ menguat 0,26%. Tekanan di Seoul datang dari saham Samsung Electronics, turun 6,3% dan SK Hynix yang anjlok 10,4%. Di Tokyo, saham Kioxia merosot 10,2%, sementara Tokyo Electron melemah 5,5%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,49%, Taiex Taiwan melemah 0,48%, sedangkan ASX 200 Australia menguat 0,47%. Sentimen lain masih dipengaruhi kabar mengenai usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk mengakhiri konflik selama lima bulan antara AS dan Iran. Berdasarkan sumber Reuters, kesepakatan tersebut akan memberikan Iran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, IHSG kemarin (06/8) ditutup turun 0.12%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp217 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, EMAS, TLKM, ANTM dan BRMS.

“IHSG berpotensi bergerak kembali menguat hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6300-6320 dan Resist IHSG: 6380-6420,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (07/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BMRI, BUMI, AMMN, BIPI, VKTR, dan BRPT.

Berikut ini trading plan-nya:

BMRI Spec Buy dengan area beli di 4180-4200, cutloss di bawah 4170. Target dekat di 4220-4260.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 176-179, cutloss di bawah 172. Target dekat di 182-188.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4300-4320, cutloss di bawah 4280. Target dekat di 4390-4460.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 153-154, cutloss di bawah 150. Target dekat di 156-163.

VKTR Spec Buy dengan area beli di 845-860, cutloss di bawah 830. Target dekat di 880-905.

BRPT Spec Buy dengan area beli di 1855-1875, cutloss di bawah 1850. Target dekat di 1890-1910.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More