Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (04/8/2026): IHSG Berpeluang untuk Koreksi Short Term

Oleh: Ria

04 Agustus 2026, 07:56
ANALIS MARKET (04/8/2026): IHSG Berpeluang untuk Koreksi Short Term

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik tajam pada perdagangan Senin (3/8). Rally dipimpin oleh saham-saham teknologi berkapitalisasi besar setelah harga minyak dunia anjlok menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,32%, S&P 500 meningkat 1,48% dan Nasdaq Composite melesat 2,13%. Di sisi emiten, saham Meta Platforms melonjak sekitar 6%, dan Amazon naik lebih dari 4%. Saham Nvidia menguat hampir 3%, saham Alphabet dan Microsoft masing-masing naik hampir 5%. Selain rally saham teknologi, sentimen positif juga datang dari anjloknya harga minyak dunia. Harga Brent turun 4,73% menjadi US$ 83,77/bbl, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,11% menjadi US$ 80,34/bbl. Penurunan terjadi setelah Trump memutuskan membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan pembicaraan antara kedua negara akan kembali dilanjutkan. Langkah tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Meredanya risiko geopolitik juga membantu mengurangi tekanan terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI.

Di sisi lain, Bursa Asia mayoritas turun pada perdagangan Senin (3/8). Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,9% dan Topix turun 1,1%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong menguat 0,5%, Taiex Taiwan naik 0,6%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,5%. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan kembali terkoreksi 5%, dengan saham perusahaan chip melemah tajam. Meskipun demikian, Korea Selatan mencetak ekspor yang kuat. Pada Jumat lalu (31/7), data menunjukkan ekspor Korea Selatan naik 62,8% pada bulan Juli, mengalahkan ekspektasi karena meningkatnya permintaan global untuk semikonduktor dan komputer terkait AI mendorong kenaikan ekspor chip sebesar 179% dan kenaikan penjualan komputer sebesar 404%. Di antara saham-saham penekan indeks, produsen chip Samsung Electronics dan pesaingnya SK Hynix anjlok 8,8%. Saham pembuat baterai LG Energy Solution juga turun 3,7%. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,3% dan FTSE Malay KLCI naik 0,05%.

Sementara itu, IHSG kemarin (03/8), ditutup turun 0.03%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp759 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, AMMN, BMRI, BBRI dan ASII.

“Hari ini IHSG berpeluang untuk koreksi short term. Diperkirakan Support IHSG: 6140-6180 dan Resist IHSG: 6260-6300,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (04/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INDF, BFIN, BNBR, DSSA, LSIP, dan DOOH.

Berikut ini trading plan-nya:

INDF Spec Buy dengan area beli di 7050-7075, cutloss di bawah 7000. Target dekat di 7150-7200.

BFIN Spec Buy dengan area beli di 885-900, cutloss di bawah 885. Target dekat di 910-925.

BNBR Buy on Weakness dengan area beli di 94-97, cutloss di bawah 94. Target dekat di 99-102.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-835, cutloss di bawah 820. Target dekat di 850-860.

LSIP Spec Buy dengan area beli di 1430-1445, cutloss di bawah 1425. Target dekat di 1460-1480.

DOOH Buy if Break 264, dengan target dekat di 270-290. Cutloss di bawah 258.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More