ANALIS MARKET (24/8/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8), namun mencatat penurunan dalam sepekan. Kekhawatiran investor terhadap fluktuasi yield obligasi pemerintah dan kurangnya kejelasan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah mewarnai laju gerak indeks pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,98%; S&P 500 naik 0,43%; dan Nasdaq Composite menguat 0,44%. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 1,65%. Di sisi lain, sektor material mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 2,2%, diikuti oleh kenaikan 1,3% pada sektor kesehatan dan kenaikan 1% pada saham-saham keuangan. Sektor utilitas menjadi sektor dengan kinerja terburuk, turun 2,3%, jauh melampaui penurunan 0,2% pada sektor energi yang menempati posisi kedua dalam penurunan terbesar. Selain itu, untuk saham individu, Ross Stores ditutup naik 4,4% setelah peritel barang berharga ekonomis (value retailer) tersebut menaikkan perkiraan laba tahunan dan melaporkan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi. Saham platform investasi ritel Robinhood melonjak 13,7%. Operator bursa kripto Coinbase Global naik 8,2% dan perusahaan pemegang bitcoin, MicroStrategy, menguat 6% seiring kenaikan harga bitcoin sebesar 6,4%. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa pemerintah dapat meningkatkan buyback obligasi lebih lanjut, menyusul pengumuman pada hari Rabu bahwa pemerintah akan membelanjakan dana doubled dari jumlah yang diperkirakan untuk buyback obligasi. Pada pekan mendatang, perhatian investor akan tertuju pada laporan kinerja kuartalan dari pemimpin pasar cip AI, Nvidia, serta perusahaan perangkat lunak seperti Intuit, Salesforce, dan CrowdStrike. Rilis data minggu depan mencakup indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures) pada bulan Juli, merupakan tolok ukur inflasi pilihan The Fed. Selain itu, investor juga menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole pada akhir pekan depan.
Di sisi lain, Bursa Asia beragam pada perdagangan Jumat pekan lalu (21/8), dengan mayoritas indeks naik. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,30%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,21%, Taiex Taiwan naik 0,65%, Kospi Korea Selatan naik 0,88%, ASX 200 Australia melemah 0,27%. Sementara itu, Straits Times naik 0,30% dan FTSE Malaysia turun moderat 0,01%. Sementara itu, data menunjukkan inflasi konsumen inti Jepang meningkat pada bulan Juli seiring langkah perusahaan membebankan kenaikan biaya impor kepada konsumen; hal ini memperkuat argumen bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga pada bulan September. Namun, pasar sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 1,25%, dan sebenarnya mengharapkan adanya komitmen dari para pembuat kebijakan untuk melakukan pengetatan yang lebih cepat dan agresif.
Sementara itu, diperdagangan sebelumnya (21/8), IHSG ditutup naik 0.37%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp993 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA dan BBNI.
“IHSG berpotensi lanjut menguat hari ini, efek dari penguatan di bursa US. Diperkirakan Support IHSG: 6480-6500 dan Resist IHSG: 6600-6700,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (24/8).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BREN, PTRO, PADI, MDIA, KOTA, dan BRMS.
Berikut ini trading plan-nya:
BREN Spec Buy dengan area beli di 3440-3460, cutloss di bawah 3430. Target dekat di 3480-3530.
PTRO Spec Buy dengan area beli di 5250-5300, cutloss di bawah 5200. Target dekat di 5375-5500.
PADI Buy if Break 73, dengan target dekat di 76-80. Cutloss di bawah 70.
MDIA Spec Buy dengan area beli di 270-280, cutloss di bawah 260. Target dekat di 300-320.
KOTA Spec Buy dengan area beli di 162-167, cutloss di bawah 160. Target dekat di 172-185.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 685-695, cutloss di bawah 680. Target dekat di 705-715.
Disclaimer on





