ANALIS MARKET (21/8/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (20/8), IHSG ditutup menguat +107,46 poin (+1,68%) ke level 6.501,59.
Penguatan IHSG didorong kenaikan semua sektor, dengan dipimpin kenaikan sektor Basic Materials (+3,46%), Consumer Cyclicals (+2,16%), & Industrials (+2,15%).
Kenaikan harga komoditas emas juga ikut mendorong emiten emas, seperti PSAB (+20,75%), BRMS (+9,60%), ARCI (+5,38%), ANTM (+3,63%), & EMAS (+2,60%).
Kemudian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah berencana memperketat aturan ekspor perhiasan untuk menutup celah praktik penghindaran ketentuan ekspor emas.
Di sisi lain, BEI berencana untuk mengubah batasan harga minimum saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50/saham menjadi Rp1/saham.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,31%), S&P 500 (-0,86%), & Nasdaq (-1,00%).
Imbal hasil (yield) US Treasury naik di semua tenor karena investor khawatir bahwa upaya Departemen Keuangan untuk mendukung obligasi dan surat utang dapat memperburuk latar belakang inflasi di tengah limpahan likuiditas dolar.
Biaya pinjaman juga terdorong naik oleh kenaikan harga bahan bakar dan gas setelah Presiden Trump menyatakan bahwa AS telah memasuki "perang ekonomi" dengan Iran, yang memperpanjang blokade terhadap kapal tanker yang melintasi Teluk Persia.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung mixed dengan ruang terbuka untuk menguat terbatas seiring cukup stabilnya pergerakan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (21/8).




