See More

05 Agustus 2026, 01:55

05 Agustus 2026, 01:35

05 Agustus 2026, 01:21

04 Agustus 2026, 21:05

04 Agustus 2026, 20:25

04 Agustus 2026, 20:17
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7). Lonjakan saham Amazon setelah membukukan kinerja Q2 yang melampaui ekspektasi menjadi penggerak penguatan Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,53%, S&P 500 menguat 0,7%, dan Nasdaq Composite bertambah 1%. Penguatan tersebut disebabkan oleh keraguan investor terhadap komitmen Ketua The Fed Kevin Warsh dalam mengendalikan inflasi. Meski Warsh kembali menegaskan fokus bank sentral untuk menekan inflasi, pernyataannya bahwa ‘tidak ada tongkat ajai’ untuk mengatasi tekanan harga dinilai belum cukup menenangkan pasar. Namun, konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut telah mendorong kenaikan harga minyak dan berpotensi memicu kembali tekanan inflasi. Harga minyak WTI naik sekitar 1,3% (US$84,67/bbl), sedangkan minyak Brent menguat 1,2% (US$90,12/bbl). Di sisi emiten, saham Amazon melonjak 15% setelah melaporkan pendapatan 2Q yang melampaui ekspektasi analis. Pertumbuhan bisnis cloud perusahaan memperkuat optimisme investor terhadap prospek belanja AI. Sedangkan, saham Apple merosot lebih dari 7%. Meski pendapatan Q3F melampaui perkiraan berkat lonjakan penjualan iPhone sebesar 22%, pendapatan dari segmen services yang berada di bawah ekspektasi membuat saham perusahaan terkoreksi.
Di sisi lain, Bursa saham Asia melesat pada perdagangan Jumat (31/7), mengikuti rally Wall Street setelah laporan kinerja emiten teknologi raksasa meredakan kekhawatiran terhadap prospek investasi di sektor AI. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 4%, dan Topix meningkat 1,3%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak 18%, dan KOSDAQ melesat 12%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,1%, Taiex Taiwan menguat 8% dan ASX 200 Australia naik 0,1%. Selain itu, FTSE Straits Times melemah 0,8%, dan FTSE Malay KLCI bertambah 0,3%. Penguatan tersebut disebabkan lonjakan harga saham Microsoft dan Amazon pada perdagangan Wall Street. Kinerja keuangan dan proyeksi kedua perusahaan tersebut menghidupkan kembali optimisme terhadap prospek permintaan AI, sekaligus meredakan kekhawatiran investor mengenai besarnya capex perusahaan teknologi. Di sisi lain, Volatilitas tinggi di pasar saham Korea Selatan juga mendorong otoritas setempat membatasi sejumlah produk investasi berleverage yang sebelumnya menyebabkan kerugian besar bagi investor ritel. Di Jepang, BOJ mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 1,00%, dengan catatan inflasi inti diperkirakan melampaui target
Sementara itu, IHSG minggu lalu (31/7), ditutup naik 0.8%, disertai dengan net sell asing ~35 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM.
“Hari ini, IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke resistance kuat di 6300. Hati-hati jika belum kuat untuk break di atas 6300, potensi koreksi lagi. Diperkirakan Support IHSG: 6120-6200 dan Resist IHSG: 6270-6300,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (03/8).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: PTRO, TPIA, ELSA, AMMN, RAJA, dan BUMI.
Berikut ini trading plan-nya:
PTRO Spec Buy dengan area beli di 4680-4710, cutloss di bawah 4680. Target dekat di 4770-4810.
TPIA Buy if Break 2160, dengan target dekat di 2210-2250. Cutloss di bawah 2120.
ELSA Spec Buy dengan area beli di 680-695, cutloss di bawah 680. Target dekat di 710-725.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 4100, cutloss di bawah 4060. Target dekat di 4140-4190.
RAJA Spec Buy dengan area beli di 880-890, cutloss di bawah 860. Target dekat di 910-925.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 163-165, cutloss di bawah 162. Target dekat di 168-172.
Disclaimer on