Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (14/8/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

14 Agustus 2026, 09:02
ANALIS MARKET (14/8/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (13/8), IHSG ditutup melemah 72,08 poin (- 1,13%) ke level 6.301,77.

Pelemahan IHSG tidak lepas dari katalis rebalancing MSCI yang mengeluarkan GOTO dan CPIN dari MSCI Global Standard serta sejumlah saham lain dari Global Small Cap, sehingga memicu kekhawatiran terhadap arus dana asing dan tekanan jual pada sahamsaham terkait.

Selain itu, pelemahan bursa Asia dan rupiah yang masih berada di level lemah terhadap dolar AS turut membebani sentimen.

Di sisi lain, data inflasi AS yang moderat sebenarnya menjadi katalis positif karena meningkatkan harapan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari faktor MSCI dan aksi jual domestik.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,13%), S&P 500 (+0,65%), & Nasdaq (+0,81%).

Penguatan tersebut didorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga investor semakin yakin bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga dan cenderung mempertahankan suku bunga pada bulan depan.

Sentimen ini semakin positif setelah data CPI sehari sebelumnya juga menunjukkan inflasi yang terkendali.

Selain itu, saham teknologi dan semikonduktor kembali menguat, didukung optimisme terhadap pertumbuhan investasi AI setelah muncul kabar Anthropic berencana melakukan IPO dan mengakuisisi Decart AI senilai US$6 miliar.

Kenaikan saham seperti Micron, Marvell, dan Sandisk turut mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak kenaikan, meskipun pelemahan saham Cisco, perbankan, dan industri membatasi penguatan DJIA.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (14/8).

Berita Terkini

See More