ANALIS MARKET (03/9/2026): IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (02/9), IHSG ditutup melemah 4,17 poin (- 0,06%) ke level 6.595,78.
IHSG melemah tipis karena aksi profit taking setelah sebelumnya menguat cukup signifikan, sehingga investor cenderung mengamankan keuntungan dan bersikap lebih hati-hati.
Kehati-hatian tersebut diperkuat oleh data inflasi Agustus 2026 yang naik menjadi 3,19% YoY dan PMI Indonesia yang masih berada di zona kontraksi di level 49,8, yang mengindikasikan tekanan inflasi sekaligus pemulihan aktivitas manufaktur yang belum kuat.
Di sisi eksternal, meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memperlemah rupiah.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat risk appetite investor menurun dan mendorong aksi jual terbatas, sehingga IHSG akhirnya mengalami koreksi tipis.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,56%), S&P 500 (+0,46%), & Nasdaq (+0,45%).
Penguatan tersebut didorong oleh rebound saham teknologi dan keuangan setelah sebelumnya tertekan oleh kenaikan imbal hasil Treasury.
Saham-saham teknologi kembali menjadi penopang pasar, dengan Nvidia (+3,2%), Oracle (+3,1%), dan Meta (+2,5%), sedangkan, Dell melonjak +15,8% setelah mencatat kinerja di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi pendapatannya.
Alphabet juga menguat 0,6% setelah keputusan pengadilan AS membuat Google tidak perlu melepas bisnis advertising exchange.
Dengan demikian, perbaikan sentimen terhadap sektor teknologi, kinerja korporasi yang kuat, serta meredanya tekanan dari kenaikan yield Treasury menjadi faktor utama yang mendorong rebound indeks saham AS.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan menguat terbatas sembari mencermati perkembangan tensi geopolitik serta kekhawatiran inflasi dan suku bunga global masih menjadi faktor penekan di market,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (03/9).




