ANALIS MARKET (03/9/2026): IHSG Berpotensi Kembali Rebound
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan Rabu (2/9), setelah yield US Treasury mulai meningkat dari lonjakan yang sebelumnya mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Indeks S&P 500 menguat 0,46%; Nasdaq Composite naik 0,45%; dan Dow Jones Industrial Average naik 0,56%, penguatan Dow Jones ditopang kenaikan saham Nvidia dan Johnson & Johnson. Saham-saham AS sebelumnya berada di bawah tekanan akibat kenaikan yield obligasi. Investor mengkhawatirkan lonjakan harga minyak dapat kembali meningkatkan inflasi dan mempersulit arah kebijakan moneter. Sementara itu, harga minyak mentah WTI ditutup naik hampir 1%; dan Brent ditutup pada US$ 95,63/bbl. Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada CNBC bahwa lebih dari 17 juta barel minyak melewati Selat Hormuz pada Senin. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak perang Iran pada bulan Februari.
Di sisi lain, Pasar saham Asia mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (2/9), setelah aksi jual di pasar obligasi global yang mendorong ke kawasan Asia. Kondisi tersebut diperburuk oleh serangan terbaru AS terhadap Iran yang mendorong harga minyak mentah kembali naik. Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 2,9%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,07%; CSI 300 China turun 1,4%; ASX 200 Australia terkoreksi 1%; Taiex Taiwan berkurang 1,7%; dan KOSPI Korea Selatan anjlok 4%. Sedangkan, FTSE Straits Times naik 0,6%; dan FTSE Malay KLCI menguat 0,5%. Di sisi lain, investor juga semakin pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya solusi dalam waktu dekat untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran. AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran pada Selasa (1/9). Iran kemudian melakukan serangan balasan. Pertukaran serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir dan telah mendorong harga energi global lebih tinggi. Sementara itu, inflasi Korea Selatan meningkat pada Agust-26, terutama dipengaruhi efek basis rendah dari periode yang sama tahun lalu. Inflasi tersebut masih lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menunjukkan, indeks harga konsumen CPI naik 3,1% YoY pada Agust-26, meningkat dibandingkan kenaikan 2,8% pada Jul-26.
Sementara itu, IHSG kemarin (02/9) ditutup turun 0.06%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp235 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, ADRO, ASII, TINS, dan AMMN.
“IHSG berpotensi kembali rebound hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6520-6550 dan Resist IHSG: 6630-6700,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (03/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: MDKA, EMAS, INET, JGLE, KIJA, dan KETR.
Berikut ini trading plan-nya:
MDKA Buy on Weakness dengan area beli di 2850-2880, cutloss di bawah 2830. Target dekat di 2910-2940.
EMAS Spec Buy dengan area beli di 8500, cutloss di bawah 8400. Target dekat di 8700-8825.
INET Spec Buy dengan area beli di 342-348, cutloss di bawah 340. Target dekat di 354-360.
JGLE Buy on Weakness dengan area beli di 85-88, cutloss di bawah 84. Target dekat di 90-93.
KIJA Spec Buy dengan area beli di 204-208, cutloss di bawah 204. Target dekat di 216-220.
KETR Spec Buy dengan area beli di 825-850, cutloss di bawah 825. Target dekat di 865-890.
Disclaimer on



