Tak Mau Ada Pemadaman Listrik Bergilir Lagi, Bahlil Tahan Ekspor Batu Bara
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Pemerintah akan mengamankan pasokan bahan bakar batu bara yang akan digunakan untuk pembangkit lsitrik PT PLN (Persero). Hal tersebut agar tidak terus terjadi pemadaman Listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik sepanjang 2026 mencapai 154 juta metrik ton.
Namun hingga kini kontrak pasokan yang berhasil diamankan baru mencapai 141 juta metrik ton, meski telah bertambah dari sebelumnya 134 juta metrik ton dalam tiga hari terakhir.
Meski demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 13 juta metrik ton batu bara yang harus segera dipenuhi untuk menjamin operasional pembangkit listrik nasional.
Melihat kondisi tersebut, Bahlil pun menjelaskan alasan kenapa pemerintah menahan sebagian ekspor batu bara ini.
Menurut dia, kebutuhan batu bara untuk pembangkit sudah dihitung untuk satu tahun penuh sehingga tidak seharusnya terjadi kekurangan pasokan di pertengahan tahun.
"Dari 154 juta kurang 141 juta itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan 6? Ini ilmu abuleke apa lagi gitu lho. Enggak, ini aku jujur-jujur saja nih. Berarti kan ada sesuatu," ucapnya.
Bahlil bilang, salah satu persoalan yang muncul yakni adanya keterbatasan pasokan batu bara kalori medium yang selama ini digunakan sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik.
Untuk itu, dirinya mengingatkan kepada jajaran direksi PLN agar lebih sigap mengantisipasi potensi gangguan pasokan sebelum kondisi berubah menjadi kritis.
Pemerintah, kata Bahlil, tak ingin kejadian pemadaman listrik kembali terulang. Karena itu, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian pengiriman batu bara ke luar negeri untuk sementara ditahan dan diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri.
"Nah karena seperti itu maka atas arahan Bapak Presiden kami tidak pengen kejadian ini terulang lagi. Sekarang kan udah jalan normal. Dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri dulu," tukasnya.




