PT Itsec Asia Tbk|CYBR|Bronyx AI|Artificial Intelligence (AI)|agen AI|solusi keamanan siber

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Berbasis AI yang Mampu Ungkap Celah Siber dalam Hitungan Jam

Oleh: Corri

15 Juli 2026, 20:02
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Berbasis AI yang Mampu Ungkap Celah Siber dalam Hitungan Jam

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia untuk mempercepat pengujian keamanan siber organisasi.

Solusi ini memungkinkan proses penetration testing diselesaikan dalam hitungan jam tanpa menghilangkan peran tenaga ahli keamanan siber.

Peluncuran Bronyx AI di Jakarta, Rabu (15/7), dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana, serta Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia, Yudho Giri Sucahyo.

Dalam acara tersebut, ITSEC Asia mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam mengotomatiskan proses pengujian keamanan menggunakan agen AI.

Dikembangkan berdasarkan pengalaman lebih dari 16 tahun di industri keamanan siber, Bronyx AI mampu melakukan network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan API, hingga menyusun Security Assessment Report lengkap dengan skor CVSS dan rekomendasi perbaikan.

Berbeda dengan vulnerability scanner konvensional, Bronyx AI tidak hanya mendeteksi kerentanan, tetapi juga menganalisis hasil pengujian dan menentukan langkah pengujian berikutnya secara otomatis.

Dalam uji laboratorium ITSEC Asia, platform ini mampu menyelesaikan full scan dalam waktu 14 menit hingga 4 jam, bergantung pada cakupan dan kompleksitas sistem.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan Bronyx AI hadir untuk menjawab tantangan meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan kebutuhan pengujian keamanan yang lebih cepat.

"Bronyx AI membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber," ujar Patrick.

Untuk menjaga kualitas hasil, Bronyx AI menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL), di mana temuan berisiko tinggi dan kritis tetap divalidasi oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan diberikan kepada pelanggan.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi inovasi tersebut.

Menurutnya, pengembangan AI lokal seperti Bronyx AI menunjukkan kemampuan talenta Indonesia dalam menghadirkan solusi keamanan siber yang relevan sekaligus meningkatkan daya saing industri teknologi nasional.

Dari sisi keamanan data, Bronyx AI hanya menguji aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis.

Seluruh data pelanggan disimpan secara terisolasi, kredensial dienkripsi, dan hasil pengujian tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan pelanggan.

Platform ini tersedia dalam layanan cloud maupun dapat diimplementasikan langsung di lingkungan pelanggan yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.

Berita Terkini

See More