PTPN I Mulai Uji Coba Tanam Sorgum di Lampung
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mulai mengembangkan tanaman sorgum lewat uji coba penanaman di lahan seluas 20 hektare di Lampung.
Pengembangan tanaman sorgum ini dilakukan sebagai bahan baku alternatif untuk bioethanol yang merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada PTPN I untuk mendukung program hilirisasi dan transisi energi melalui pengembangan sumber energi terbarukan.
Aris Handoyo, selaku Sekretaris Perusahaan PTPN I mengatakan perusahaan sengaja memulai pengembangan dalam skala terbatas karena belum memiliki pengalaman dalam budi daya sorgum.
"Sementara masih 20 hektare kita coba kembangkan di Lampung. Kita coba pelajari budi dayanya seperti apa, karena PTPN I belum pernah tanam sorgum," kata Aris dalam bincang bersama media di Jakarta, Senin (15/6) lalu seperti dilansir Antara.
Menurut Aris, Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki potensi lahan yang sesuai serta mendukung pembangunan rantai pasok bioetanol di masa mendatang.
Melalui proyek percontohan tersebut, perusahaan akan mempelajari berbagai aspek teknis, mulai dari pemilihan varietas, teknik budi daya, produktivitas tanaman, pola pemeliharaan, hingga sistem pascapanen.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi perusahaan sebelum memperluas pengembangan ke area yang lebih besar.
"Kami perlu memastikan komoditas ini bisa dikembangkan secara efisien dan berkelanjutan sebelum masuk ke tahap berikutnya," ujar Aris.
Selain sorgum, PTPN I juga mendapat penugasan untuk mengembangkan singkong sebagai bahan baku alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam industri bioetanol nasional.
PTPN I menilai pengembangan sorgum dan singkong penting untuk memperluas sumber bahan baku bioetanol nasional sehingga tidak hanya bergantung pada tebu.
Ke depan, bioetanol diharapkan dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin dalam program energi baru dan terbarukan yang tengah didorong pemerintah.
Dalam rantai industri tersebut, PTPN I berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara pengolahan bioetanol akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri.
Aris mengatakan pengembangan komoditas juga akan disesuaikan dengan kebutuhan industri agar hasil panen memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan pasar.
Apabila uji coba awal menunjukkan hasil yang positif, PTPN I akan mempertimbangkan perluasan area tanam sesuai kebutuhan program nasional.
Menurut Aris, pemerintah menargetkan pengembangan lahan sorgum dapat mencapai sekitar 24.000 hektare dalam jangka panjang.
"Targetnya sampai 24.000 hektare. Artinya memang PTPN harus membekali diri dulu," ucapnya.
Maka dari ini, saat ini perusahaan fokus membangun pengalaman, penguasaan teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia sebelum melakukan percepatan pengembangan dalam skala besar.
"Kalau PTPN sudah menguasai komoditas ini, pengembangannya bisa dipercepat sesuai target pemerintah," ujar Aris.




