See More

07 Juli 2026, 10:22

07 Juli 2026, 10:13

07 Juli 2026, 10:02

07 Juli 2026, 09:44

07 Juli 2026, 09:34

07 Juli 2026, 09:25
Sultan Muda Sumsel Center (SMSC)|ekonomi digital|Literasi Keuangan Digital|Otoritas Jasa Keuangan (OJK)|aset kripto|Sultan Muda Fair 2026
Oleh: Harry

foto: dok. OJK
Pasardana.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendorong lahirnya generasi muda yang cakap finansial, melek teknologi, dan berjiwa wirausaha.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, dalam Sultan Muda Fair 2026 bertema "Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya" di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin (6/7).
Adi mengatakan, transformasi digital telah memperluas akses layanan keuangan dan mendorong inklusi keuangan nasional.
Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
"Di era digital, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berwirausaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).
OJK, lanjut Adi, terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengutamakan perlindungan konsumen.
Ia juga mengungkapkan, hingga Mei 2026 jumlah akun aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta, dengan nilai transaksi hampir Rp122 triliun hanya dalam lima bulan pertama tahun ini.
Mayoritas pengguna berasal dari kalangan generasi muda.
Sementara itu, industri aset kripto telah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun sepanjang Mei 2022 hingga Mei 2026.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan dukungan terhadap Program 100.000 Sultan Muda yang ditujukan untuk membangun ekosistem ekonomi digital dan mencetak wirausaha muda yang inovatif.
Menurutnya, Sumsel memiliki sekitar 600 ribu pelaku UMKM yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala OJK Sumatera Selatan, Arifin Susanto mengatakan, Sultan Muda Fair 2026 menjadi bagian dari penguatan Program 100.000 Sultan Muda melalui peluncuran Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) sebagai pusat edukasi, kolaborasi, dan akselerasi pengembangan wirausaha muda.
Rangkaian kegiatan meliputi literasi keuangan digital, pelatihan desain dan pemasaran digital, pameran UMKM, pemberian 1.000 akun Canva Premium, serta soft launching Kredit Sultan Muda untuk memperluas akses pembiayaan bagi generasi muda dan UMKM.
Hingga kini, sebanyak 10.264 pengusaha muda telah bergabung dalam Program Sultan Muda Sumatera Selatan sejak diluncurkan pada Mei 2025.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat literasi keuangan digital, memperluas akses pembiayaan, dan melahirkan ekosistem youngpreneur yang berdaya saing di era ekonomi digital.