BACH|PT Bach Multi Global Tbk|Initial Public Offering (IPO)|Listing|Bursa Efek Indonesia

BACH Resmi Listing! Kantongi Rp307,5 Miliar, Siap Gaspol Ekspansi Energi dan Telekomunikasi

Oleh: Harry

08 Juli 2026, 09:24
BACH Resmi Listing! Kantongi Rp307,5 Miliar, Siap Gaspol Ekspansi Energi dan Telekomunikasi

foto: YouTube IDX

Pasardana.id - PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH), perusahaan penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, resmi mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (08/7).

“Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik di Indonesia,” ujar Budi Kurniawan selaku Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk dalam sambutannya, di Main Hall Gedung BEI, Rabu (08/7).

Diketahui, Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan kisaran harga penawaran Rp400-Rp500 per saham, sehingga menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.

“Dana hasil IPO akan digunakan secara produktif untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70% dana akan dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sementara sekitar 30% sisanya akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage Perseroan,” beber Budi.

Selanjutnya diungkapkan, kinerja keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid sepanjang tahun buku 2025.

Pendapatan berhasil meningkat menjadi sekitar Rp1,73 triliun, atau tumbuh hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih melonjak hingga 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar.

Peningkatan tersebut turut mendorong margin laba bersih naik menjadi 9%, jauh lebih tinggi dibandingkan 6,3% pada tahun sebelumnya.

Lonjakan kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis penjualan genset yang meningkat lebih dari 93% secara tahunan, serta bisnis penyewaan genset yang mengalami lonjakan signifikan lebih dari 1.200%.

Di sisi lain, segmen jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi tetap menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan Perseroan melalui model bisnis berbasis kontrak jangka panjang yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

Saat ini, BACH telah memiliki rekam jejak lebih dari 20 tahun, mengelola lebih dari 40.000 site, mendistribusikan lebih dari 20.000 unit genset, serta melayani lebih dari 200 pelanggan korporasi dari berbagai sektor strategis, termasuk perusahaan telekomunikasi, perbankan, energi, hingga pemerintah.

Perseroan juga dipercaya oleh berbagai perusahaan besar seperti Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Huawei, dan Indosat Ooredoo Hutchison.

Sebagai perusahaan yang memiliki dua lini bisnis utama, BACH mengombinasikan bisnis penjualan dan penyewaan genset dengan jasa konstruksi serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Kombinasi tersebut memberikan diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat stabilitas bisnis melalui kontrak jangka panjang dan recurring revenue yang menjadi salah satu kekuatan utama Perseroan.

Ke depan, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berdasarkan proyeksi manajemen, pendapatan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 12% per tahun.

Pada periode yang sama, laba bersih diproyeksikan melonjak hingga sekitar Rp401 miliar, atau meningkat sekitar 158%, didukung oleh ekspansi bisnis power solution, peningkatan proyek infrastruktur telekomunikasi, efisiensi operasional, serta penurunan beban keuangan setelah IPO.

Strategi pertumbuhan tersebut akan difokuskan pada penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 MW per tahun, pengembangan lini bisnis energi baru, peningkatan proyek pembangunan jaringan telekomunikasi, penguatan pendapatan berbasis kontrak jangka panjang, serta transformasi operasional melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Dengan fundamental yang terus menguat, pertumbuhan laba yang signifikan, model bisnis yang menghasilkan pendapatan berulang, serta prospek industri energi dan telekomunikasi yang masih terbuka lebar, PT Bach Multi Global Tbk optimistis IPO ini akan menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi perusahaan menjadi salah satu pemain infrastruktur terintegrasi yang memiliki daya saing tinggi di Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," tandas Budi.

Berita Terkini

See More