EMMI|PT Esa Medika Mandiri Tbk|Esa Medika|Initial Public Offering (IPO)|Listing|Bursa Efek Indonesia

Resmi Melantai di BEI, EMMI Tancap Gas Bangun Pabrik Baru, Bidik Dominasi Alat Kesehatan Lokal

Oleh: Harry

08 Juli 2026, 09:46
Resmi Melantai di BEI, EMMI Tancap Gas Bangun Pabrik Baru, Bidik Dominasi Alat Kesehatan Lokal

foto: YouTube IDX

Pasardana.id - PT Esa Medika Mandiri Tbk (Esa Medika atau Perseroan), perusahaan penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi, resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI, Rabu (08/7).

"Hari ini kami resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di Bursa Efek Indonesia. Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia," ujar Florian Chris Widjaja, Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk dalam sambutannya di Main Hall Gedung BEI.

Melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering atau IPO), Perseroan menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam siaran pers, Surya Gunawan Widjaja, Presiden Komisaris PT Esa Medika Mandiri Tbk menyebutkan, dana hasil IPO akan difokuskan untuk tiga prioritas utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja.

Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.

"Dengan dukungan investor publik, kami akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta. Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju," tambah Surya Gunawan Widjaja.

Ke depannya, Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengembangkan lini produk alat kesehatan produksi lokal, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat kerja sama dengan prinsipal internasional, termasuk mitra strategis yang telah bergabung dalam pengembangan fasilitas produksi di Indonesia.

Fokus pada Solusi Alat Kesehatan Terintegrasi

Sejak berdiri pada tahun 2000, Esa Medika berfokus pada perdagangan besar alat medis, dengan basis pelanggan utama rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.

Perseroan menyediakan solusi peralatan untuk ruang operasi, ICU, dan pusat sterilisasi (CSSD), dilengkapi layanan purnajual dan dukungan teknis.

Operasional Esa Medika didukung oleh kantor pusat di Esa 8 Building, Gading Serpong, Tangerang, Banten, fasilitas produksi, serta jaringan kantor perwakilan dan tim penjualan di berbagai daerah.

Dengan platform distribusi nasional ini, Perseroan menargetkan dapat menjangkau lebih banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sekaligus memperluas pangsa pasar di segmen alat kesehatan.

Florian Chris Widjaja, Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk menambahkan, sebagai emiten baru di sektor kesehatan, Esa Medika berkomitmen menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), meningkatkan transparansi informasi, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen meyakini, bahwa kebutuhan akan alat kesehatan berkualitas dan kemandirian produksi dalam negeri akan terus meningkat, sejalan dengan penguatan sistem kesehatan nasional.

"Kami menyadari bahwa kepercayaan investor merupakan sebuah tanggung jawab besar. Pencatatan perdana saham EMMI bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia," tutup Florian Chris Widjaja.

Berita Terkini

See More