See More

16 Juli 2026, 01:02

16 Juli 2026, 00:42

16 Juli 2026, 00:17

15 Juli 2026, 20:16
15 Juli 2026, 20:02

15 Juli 2026, 16:58
Perum Bulog|beras bulog|stok beras|papua|ahmad rizal ramdhani
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kalau kualitas beras yang disalurkan untuk kebutuhan pangan masyarakat Papua dalam kondisi yang baik dan bermanfaat.
Dirinya menegaskan, seluruh jajarannya berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan terbaik demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua secara keseluruhan.
"Tidak perlu bimbang dan ragu, stok (beras) yang kita berikan ke masyarakat pasti dalam kondisi yang baik, sehat, higienis, dan bermanfaat," kata Rizal di Kota Jayapura, Papua, seperti dilansir Antara, Senin (06/7).
Kembali ditegaskan Rizal, bahwa pihaknya juga telah melakukan pengujian kualitas stok beras yang masuk di gudang Bulog, Komplek Pergudangan Argapura, Jayapura.
Pada pengujian di gudang tersebut, Rizal memerintahkan jajarannya di daerah tersebut untuk melakukan penimbangan ulang guna mengetahui volume setiap karung beras yang masuk serta menyaksikan langsung pengujian kadar air.
Langkah tersebut dilakukan demi menjamin komoditas pangan yang didistribusikan kepada masyarakat Bumi Cendrawasih berada dalam kondisi terbaik, sehat, dan higienis.
Tak ketinggalan, dirinya juga ikut mengamati proses penarikan sampel beras yang baru saja diturunkan dari truk pengangkut.
Bersama jajaran direksi, sebuah wadah berbentuk corong putih berisi beras diperlihatkan untuk dinilai kelayakannya secara visual.
Pada uji kualitas tersebut menggunakan alat khusus.
Rizal pun turut memperhatikan setiap angka yang tertera pada layar alat digital tersebut untuk memastikan kadar air beras berada di batas aman maksimal 14 persen.
Bahkan dirinya melakukan pengujian langsung terhadap kualitas beras menggunakan alat yang telah disediakan.
Rizal memastikan persentase butir patah (broken) tidak melebih ambang batas yang ditentukan dan menir tetap terjaga.
Melalui pengawasan ketat, Bulog tidak hanya berfokus pada kuantitas stok yang direncanakan naik tiga kali lipat di Papua, melainkan juga menjaga konsistensi cita rasa dan kualitas fisik beras saat sampai di piring masyarakat.
Bulog berkomitmen memberikan pelayanan logistik pangan terbaik melalui penyaluran beras, jagung, dan komoditas lainnya dengan memperhatikan kualitas produk yang diterima masyarakat.
Hal tersebut sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) agar Bulog menjadi pelayan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya di bidang logistik," tegas Rizal.
Ia juga mendorong seluruh jajaran Bulog di Papua agar terus meningkatkan kinerja sehingga pelayanan distribusi pangan berlangsung cepat, tepat sasaran, serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pihaknya (Bulog) memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena cadangan pangan nasional berada dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan.
Pasokan beras ke Papua diperkuat melalui mekanisme pemindahan stok dari daerah sentra produksi nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Kedua provinsi tersebut dipilih karena memiliki produksi beras tinggi serta akses distribusi yang mendukung kelancaran pengiriman menuju wilayah Papua.
Bulog, akan terus menjaga kualitas layanan serta pasokan pangan, agar kebutuhan masyarakat Papua terpenuhi secara aman, berkualitas, dan berkesinambungan sepanjang tahun.
"Dan kami berkomitmen dan mendorong seluruh jajaran Bulog untuk memberikan pelayanan, penyaluran beras, jagung, dan lain sebagainya yang terbaik dengan berkualitas, jangan sampai mengecewakan para masyarakat," kata Rizal.
Sementara itu, dari catatan Bulog, stok beras di seluruh Papua saat ini mencapai sekitar 17 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Stok akan diperkuat tiga kali lipat hingga mencapai 50 ribu ton.
Khusus Gudang Argapura, Jayapura, Bulog mencatat stok beras yang tersedia sekitar 985 ton.
Stok siap disalurkan sesuai kebutuhan sehingga distribusi pangan tetap berjalan lancar di wilayah tersebut.