Airlangga Hartarto|gejolak pasar modal|Morgan Stanley Capital International (MSCI) |pasar keuangan

Airlangga Pastikan Gejolak Pasar Modal Tak Ganggu Perekonomian Nasional

Oleh: Ronal

22 Oktober 2026, 00:09
Airlangga Pastikan Gejolak Pasar Modal Tak Ganggu Perekonomian Nasional

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian , Airlangga Hartarto memastikan perekonomian nasional tak akan terganggu meski ada gejolak sentimen di pasar modal.

Dijelaskan Airlangga, sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan salah satu dinamika yang terjadi di pasar keuangan.

Namun, menurut Airlangga, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai perekonomian Indonesia.

“Memang dari segi sentimen, seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI. Tetapi, kan, itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak rating agensi lain juga bisa menilai perekonomian kita,” ujarnya seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Halaman Tengah Istana Merdeka, Rabu (21/10).

Diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung sejumlah program hingga akhir 2026.

Kata Airlangga, penilaian terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya bergantung pada satu lembaga pemeringkat atau penyedia indeks.

Menurutnya, masih terdapat lembaga pemeringkat lain yang dapat menilai kondisi ekonomi nasional.

Airlangga mengatakan pemerintah berupaya menjaga kepercayaan pasar melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L). Dia menyebut pergerakan pasar saham pada Rabu berada di zona hijau.

IHSG mulai menunjukkan penguatan dan pelemahan rupiah mulai mereda. Hal ini, setelah otoritas mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sesuai keinginan investor.

“Ya, tentu gini, kita menenangkan pasar dan hari ini kan kita lihat juga sudah berada di dalam jalur hijau. Nilai rupiah kan sekarang juga sudah melandai sedikit," ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah juga berupaya memperkuat hubungan dagang dengan mitra internasional.

Pemerintah Indonesia telah menjalin Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat serta Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan Uni Eropa.

"Dengan Amerika kan kita sudah ada ART, dengan Eropa kita ada EU-CEPA. Jadi di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia bisa memastikan kerja sama dan membuka akses pasar secara luas," jelas Airlangga.

Tak heran jika dirinya meminta pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya bekerja sama menghadapi ketidakpastian global yang diperkirakan masih berlanjut hingga tahun depan.

"Karena situasi geopolitik tidak akan berubah untuk memasuki tahun depan," katanya.

Berita Terkini

See More