hilirisasi industri|hilirisasi sektor pertanian|kratom|kemenyan|Luhut Binsar Pandjaitan

Hilirisasi Terus Diperluas, Luhut Incar Kratom dan Kemenyan

Oleh: Ronal

21 Oktober 2026, 01:35
Hilirisasi Terus Diperluas, Luhut Incar Kratom dan Kemenyan

Foto : Dok. BPMI Setpres

Pasardana.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan yang ditargetkan diluncurkan pada Maret 2027.

Kata Luhut, agenda hilirisasi tahun ini semakin diperluas lagi, bahkan sampai sektor pertanian. Di sektor pertanian ini, incarannya adalah komoditas kratom dan kemenyan.

Kedua komoditas ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

"Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu satu adalah kratom, yang kedua yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan," kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut Luhut, pemerintah ada peluang pasar yang dapat dimamfaatkan dari kedua komoditas tersebut.

Hilirisasi diharapkan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi berlanjut ke produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

"Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya," ujarnya.

Ia tidak merinci lebih lanjut mata uang, periode, maupun cakupan pasar yang menjadi dasar perkiraan tersebut.

Karena itu, potensi nilai pasar yang disebutkan masih perlu dilihat dalam konteks pengembangan dan kesiapan industri kedua komoditas.

Dan bagian dari persiapannya, pemerintah merencanakan peresmian pusat riset (research center) yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset tersebut pada Maret 2027 sekaligus sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan.

Namun, peresmian itu akan dilakukan apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah masih menyiapkan berbagai aspek pengembangan kedua komoditas tersebut sebelum memasuki tahap peluncuran.

Menurut Luhut, hilirisasi kratom dan kemenyan dapat menjadi langkah lanjutan dalam memperluas pengolahan sumber daya alam Indonesia.

Selama ini, agenda hilirisasi nasional banyak dikaitkan dengan sektor mineral, terutama nikel.

Ia menyebut pengembangan industri berbasis pertanian membutuhkan proses bertahap, sebagaimana pengalaman Indonesia dalam mendorong hilirisasi nikel.

"Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan," ujar Luhut sebagaimana mengutip Antara.

Berita Terkini

See More