ANALIS MARKET (23/2/2024) : IHSG Berpotensi Melemah Kembali ke Arah Support Terdekat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, S&P500 ditutup di titik rekor tertinggi lagi pada perdagangan Kamis (22/02/24) setelah Nvidia laporkan kinerja cemerlang pada kuartal 4 tahun lalu, dan memperkirakan revenue kuartal pertama tahun ini berkisar USD 24 miliar, di atas perkiraan para analis.

DJIA ditutup naik 1.2%, S&P500 melonjak 2.1% dan NASDAQ meroket 3%.

Di sisi lain, indikator ekonomi menunjukkan kekuatan exonomi AS secara Initial Jobless Claims pekan terbaru ternyata kembali dirilis lebih rendah dari ekspektasi (actual: 201 ribu versus forecast: 217 ribu, dan juga lebih rendah dari previous period: 213 ribu).

Data ini keluar sehari setelah notulen rapat The Fed bulan Januari yang memang masih mempertahankan suku bunga tinggi higher for longer dalam waktu dekat.

Selain itu, data US PMI juga menunjukkan aktifitas manufaktur semakin ekspansif di bulan February, sementara sektor jasa agak melambat.

Existing Home Sales terlihat sedikit naik untuk bulan Januari, memperlihatkan kesehatan sektor property AS yang cukup stabil.

Menyikapi indikator ekonomi di atas, tak heran jika yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke titik tertinggi 3 bulan yaitu 4.35%, di tengah ekspektasi pasar tuk The Fed segera turunkan suku bunga.

Tak tertutup kemungkinan perkiraan pivot pertama jadi semakin mundur ke bulan Juli, yang ternyata lebih mengandung banyak peluang dari bulan-bulan sebelumnya, salah satu rangkaian dari rencana pemangkasan sekitar 80 bps di tahun ini.

MARKET ASIA & EROPA: bicara tentang PMI kemarin, Jepang laporkan preliminary data dari au Jibun Bank Japan Manufacturing & Services PMI yang masih slow di bulan February. Sementara itu di Negara tetangga Negeri Ginseng, Korea Selatan menetapkan suku bunga tetap di level 3.5%. Sejumlah data PMI di Eropa juga menjelaskan aktivitas sector manufaktur & jasa masih struggling di area kontraksi, kecuali HCOB Eurozone Services PMI (Feb) yang finally mulai menyebrang ke border ekspansif (persis di angka 50), suatu performa yang tidak terlihat sejak September 2023 lalu. Di sisi lain, Inggris tunjukkan Composite PMI yang semakin kuat, di tengah perlambatan sector manufaktur terbantu oleh aktivitas jasa di sana. Kabar baik berikut dari Eurozone: mereka berhasil kendalikan tingkat inflasi sesua ekspektasi, mencapai level 2.8% yoy di bulan Januari, sedikit melandai dari 2.9% di bulan sebelumnya. Siang ini akan dipantau angka GDP Germany yang sepertinya masih belum bisa keluar dari ranah resesi secara consensus perkirakan pertumbuhan ekonomi Jerman di kuartal 4 tahun lalu berada pada tingkat minus 0,2% yoy, walau diharapkan sedikit membaik dari kuartal sebelumnya – 0.4%.

KOMODITAS: Futures harga MINYAK dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis seiring berlanjutnya ancaman keamanan di Laut Merah akibat serangan militan Houthi ke dekat wilayah Yaman ; di satu sisi membuncahnya stok persediaan minyak mentah menjadi pengimbang sentimen. Futures minyak Brent ditutup naik 0.77% ke level USD 83.67 / barrel, sementara US WTI menguat 0.9% ke harga USD 78.61 / barrel. Radio Militer Israel melaporkan kemarin bahwa kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah sepakat untuk mengirim negotiator ke Gaza untuk membicarakan diskusi gencatan senjata yang akan bertempat di Paris. Sementara itu , eskalasi serangan Houthi kepada kapal komersial di Laut Merah meningkat dengan melibatkan kapal selam bersenjata, dalam usaha mereka menunjukkan dukungan kepada pihak Palestina di perang Gaza. Bicara mengenai komoditas lain, ALUMUNIUM & NICKEL terlihat menguat masing-masing 1.8% dan 1.3% setelah US President Joe Biden berencana untuk mengenakan sanksi besar atas Russia menyusul wafatnya pimpinan oposisi Alexey Navalny.

SECARA TEKNIKAL, IHSG sudah mencobai Resistance krusial 7370 selama sepekan terakhir, walau masih berakhir tanpa hasil yang berarti; sementara buying momentum terlihat melemah seperti yang tergambar dalam indikator RSI.

Sentimen market regional yang gegap gempita pastinya akan bantu aura bullish tetap stay di market, namun analis NH Korindo Sekuritas harus mengingatkan sekali lagi untuk memastikan break out yang solid terlebih dahulu sebelum menambah posisi portfolio, apalagi dengan timing di penghujung minggu seperti hari ini.

Walau demikian, tidak tertutup trading opportunities terutama di sektor mineral mining yang tengah mendapatkan angin bagus baru-baru ini, dan sektor-sektor yang terbantu news-driven lainnya.

“IHSG berpotensi melemah untuk menguji ulang kembali ke arah support,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Jumat (23/2).