Indeks Kospi Merosot 1,83 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 45,59 poin, atau sekitar 1,83 persen, pada Rabu (15/6/2022), menjadi 2.447,38 yang merupakan angka terendah sejak 10 November 2020.

Volume perdagangan moderat mencapai 700,92 juta saham senilai 9,80 triliun won atau sekitar US$7,59 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 812 berbanding 86.

Angka indeks merosot dipicu kehati-hatian para investor jelang berlangsungnya pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat.

“Para investor ingin mengetahui kebijakan moneter yang diambil The Fed di tengah mencuatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan respon terhadap lonjakan inflasi,” jelas Lee Wong-Chan, analis Hi Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 454,42 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 346,28 miliar won dan 73,6 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,94 persen dan 1,21 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan kimia LG Chem masing-masing turun 1,52 persen dan 0,53 persen.

Saham perusahaan baja POSCO dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing melemah 0,76 persen dan 0,56 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing terjun 3,36 persen dan 5,09 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melonjak 1,46 persen, sedangkan saham Kia naik 0,13 persen. Saham bank digital Kakao Bank dan perusahaan asuransi Samsung Life Insurance masing-masing menanjak 1,27 persen dan 2,51 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 4,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.290,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 85 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 6.601. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura menguat, sedangkan Bursa Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 16,50 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 3.305,41. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 240,22 poin, atau sekitar 1,14 persen, menjadi 21.308,21.