ANALIS MARKET (07/1/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat Namun Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG pada perdagangan kemarin (06/1), berhasil ditutup melemah (-0,13%) di level 6653,35. Pelemahan IHSG di dorong oleh sentimen datang dari AS, dimana The Fed mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan karena inflasi yang naik terus menerus. Pelemahan bursa pada perdagangan kemarin juga didorong oleh sektor consumer cyclical (-1.91%), sektor technology (-1,08%), dan sektor properti (-0,92%). Para investor asing membukukan net buy di pasar regular sebesar Rp 645,22 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak diakumulasi: BUKA, SMGR, dan PGAS.

Adapun secara teknikal analis, IHSG di tutup di bawah MA 5 yang akan masih diuji pada hari ini, indikator stochastic sedang berhimpitan serta adanya pola hammer yang bisa memberikan sinyal bullish. Beberapa saham-saham yang memiliki potensi penguatan untuk perdagangan hari ini yaitu: LPCK, AALI, TRIM, BBYB, MARI, SCMA, TMPO, ADRO, ASII, dan PTPP.

Dari bursa AS, Wall Street berhasil ditutup kompak melemah dengan penurunan yang paling dalam ada index Dow Jones -0,47%, namun penurunan ini lebih tipis dari penutupan hari sebelumnya di karenakan keputusan The Fed dan lonjakan covid-19 hari ini. Pasar AS akan di bayangi rilisnya Unemployment Rate Desember 2022 dengan konsensus market yang mengalami penurunan.

MARKET OUTLOOK

Sementara itu, dari bursa Asia kompak di buka di zona hijau, Jumat (07/1) pagi ini. Saat laporan ini ditulis, index Nikkei 225 di perdagangkan +1,03% dan Kospi di perdagangkan di zona hijau +1,27%, para investor khususnya di jepang merespon negatif rilisnya data ekonomi Japan Household Spending YoY yang mengalami penurunan 1,3% di bulan Novemer 2021 sebesar -1,3%.

Dari dalam negeri, IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat namun akan terbatas, menyusul bursa Asia yang telah di perdagangkan di Zona hijau.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6600 – 6680,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (07/1/2022).