ANALIS MARKET (08/7/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks saham global tercatat bergerak menguat pada perdangan Rabu (07/7).

Di Amerika Serikat, Dow, S&P 500, dan Nasdaq meningkat secara bersamaan masing-masing sebesar 0,30%, 0,34%, dan 0,01%.

Penguatan juga terjadi dari Eropa. Indeks acuan Euro Stoxx tercatat meningkat 0.78% begitupun FTSE yang meningkat 0.71%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.05% pada perdagangan Rabu (07/7).

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.482,5.

Dari komoditas utama dunia, diperdagangan Kamis (08/7) pagi ini, minyak WTI melemah 0,44% ke level 71,88 sedangkan Brent juga melemah 0.14% menuju level 73,21.

Sementara itu, Nikkei diperdagangan Kamis (08/7) pagi ini, dibuka melemah sebesar 0.10% sedangkan indeks KOSPI dibuka menguat tipis 0.07%. Di sisi lain, indeks futures US Dow Jones dan S&P kompak melemah masing-masing sebesar 0,10% dan 0,07%, sementara Nasdaq futures menguat tipis 0,02%.

Lebih lanjut, analis SAM juga menyoroti beberapa sentiment yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain; 

1.Pemerintah tidak menutup kemungkinan peningkatan status pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro menjadi PPKM Darurat untuk wilayah luar Jawa-Bali. Langkah ini akan diambil apabila kenaikan kasus di wilayah tersebut terjadi dalam jumlah besar dan tingkat keterisian fasilitas kesehatan tinggi. Saat ini, pemerintah masih melakukan pengetatan PPKM mikro di 43 kabupaten/kota non-Jawa-Bali. “Arahan Bapak Presiden (Joko Widodo),  seandainya fasilitas pendukung di daerah semakin terbatas atau berkurang, tentu sesuai dengan mekanisme dan kriteria yang ada ini, kami akan tingkatkan dari ketat menjadi darurat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (7/7).

2.Regulator di Beijing sedang merencanakan perubahan aturan yang akan memungkinkan mereka untuk memblokir perusahaan China dari listing di luar negeri, bahkan jika unit penjualan saham didirikan di luar China. Ini menutup celah yang lama digunakan oleh raksasa teknologi dari Alibaba hingga Tencent untuk menarik modal asing. Setelah diubah, aturan akan mengharuskan perusahaan yang terstruktur menggunakan apa yang disebut model Entitas Kepentingan Variabel untuk meminta persetujuan sebelum go public di Hong Kong atau AS. Secara terpisah, Didi, direktur dan penjamin emisinya mendapatkan dua tuntutan pemegang saham AS setelah tindakan keras China. 

3.Dari AS, pejabat Federal Reserve belum siap untuk mengomunikasikan waktu terkait pengurangan pembelian aset karena ketidakpastian yang tinggi pada prospek ekonomi, menurut risalah terkait pertemuan The Fed bulan Juni yang rilis pada Rabu (07/7).

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Kamis (08/7/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.