Biaya Operasional Bengkak 135 Persen, ARTO Rugi Rp47 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id –  PT Bank Jago Tbk (IDX: ARTO) membukukan rugi bersih sebesar Rp47 miliar dalam enam bulan pertama tahun 2021. Hal itu dipicu oleh biaya operasional yang membengkak 135 persen menjadi Rp183 miliar.

Direktur Utama ARTO, Kharim Siregar menjelaskan, sebagai bank teknologi yang tengah berkembang, terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi IT, pengembangan aplikasi dan rekruitmen talenta baru.  

Kenaikan biaya operasional ini berdampak ke perolehan laba periode semester I-2021 yang masih membukukan rugi bersih .

“Jadi, kinerja kami belum positif karena faktor investasi. Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang,” kata Kharim kepada media, Senin(26/7/2021).

Lebih jelas, dia menyebutkan bahwa penyalurkan kredit tercatat sebesar Rp2,17 triliun di sepanjang semester I 2021. Angka penyaluran kredit itu terbilang melonjak 695 persen.

Pertumbuhan kredit itu mengerek pendapatan bunga sebesar 289 persen (yoy). Dengan beban bunga yang hanya meningkat 46 persen. Sehingga mampu membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 423 persen menjadi Rp139 miliar. Hal ini berdampak pada penurunan rasio cost to income dari 289 persen pada Semester I 2020 menjadi 129 persen pada Semester I 2021. Kondisi ini turut mendongkrak rasio net interest margin (NIM) dari 4,1 persen menjadi 5 persen pada kurun yang sama.