ANALIS MARKET (11/6/2021) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Kamis, 10/06/2021 kemarin, IHSG ditutup menguat 60 poin atau 0,99% menjadi 6.107. Sektor techonology, financial, consumer cyclicals, infrastructure, consumer non cyclicals, enegry, healtcare, industrials, dan transportation and logistic bergerak positif dan mendominasi penguatan IHSG kali ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 43.8 miliar rupiah.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 6.064 – 6.170. Akan terkonfirmasi lebih kuat apabila IHSG melewati level 6.115,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (11/6/2021).

Adapun cerita di akhir pekan ini akan kita awali dari;

1.AMERIKA DAN CHINA, KEMBALI BERSAMA!

Pada akhirnya Menteri Perdagangan China dan Amerika sepakat untuk memulai hubungan baru dimana kedunya mendorong sector perdagangan dan investasi. Menteri Perdagangan China, Wang Wentao dan rekannya Gina Raimondo setuju untuk mempromosikan dan mendorong pengembangan kerjasama pragmatis yang sehat dalam perdagangan dan investasi dalam conference call kemarin. Baik Amerika maupun China keduanya bertukar pandangan secara jujur dan terbuka terhadap masalah yang ada dan saling memberikan empati satu sama lain. Kedua negara perlahan tapi pasti terus menjaga komunikasi setelah adanya perubahan dalam pemerintahan Biden terkait dengan kebijakan antar Amerika dan China sehingga menjadi lebih jelas, namun sejauh ini meskipun keduanya masih dalam keadaan mesra, tapi belum ada signal lebih jelas terkait dengan bagaimana kabar kesepakatan perdagangan fase satu yang sudah ditandatangani tahun lalu, apakah terus dilanjutkan atau justru di ringankan. Akibat kemesraan ini, tentu saja saham di pasar Asia mengalami kenaikkan, begitu luar biasanya dampak dari kekuatan cinta antara Amerika dan China ini pemirsa. Komunikasi telah dimulai, dan kedua belah pihak sejauh ini sepakat untuk terus menjaga komunikasi sejak komunikasi pertama dilakukan oleh Liu He dan Katherine Tai untuk menyelesaikan beberapa masalah baik bagi produsen maupun konsumen, serta terus mendorong hubungan kedua negara baik dari sisi ekonomi maupun perdagangan yang sehat dan stabil. Meskipun saat ini keduanya sedang dalam sisi yang positive pemirsa, namun ternyata pada kenyataannya hubungan mereka dari sisi Amerika tidak dapat dikatakan baik. Menurut Katherine Tai ada bagian dalam hubungan Amerika dan China yang tidak sehat dari waktu ke waktu yang telah merusak beberapa hal yang sangat penting bagi perekonomian Amerika. Jadi yang satu mengatakan bahwa hubungan ini tidak dalam keadaan yang begitu baik, namun disatu sisi ada yang mengatakan bahwa hubungan ini lebih mesra dari sebelumnya. Meskipun ada keegoisan diantara mereka, namun sebetulnya hubungan antara Amerika dan China saling menguntungkan. Juru bicara Kementrian Perdagangan, Gao Feng mengatakan bahwa masalah tersebut selalu bisa diselesaikan melalui diskusi, yang penting dengan dasar dan niat untuk saling menghormati dan kesetaraan. Kami sendiri sebetulnya tidak yakin bahwa China dan Amerika akan kembali lebih mesra daripada yang dulu. Pasalnya, ketika Amerika dan China sedang kembali duduk bersama, Amerika sendiri sedang berusaha untuk membuat kesepakatan kerja dengan Taiwan. Padahal seperti yang kita ketahui, bahwa China begitu “empet” dengan Amerika yang berusaha untuk mendekati Taiwan. Oleh karena itu, China sangat menentang perjanjian apapun antara Amerika dengan Taiwan. Well, kisah asmara masih terus berlanjut, pastikan anda jangan kemana mana ya!

2.INFLASI AMERIKA, DASYAT!!

Pada akhirnya nih pemirsa, data yang dinantikan oleh pelaku pasar dan investor yang akan mempengaruhi kebijakan moneter The Fed keluar. CPI Amerika tumbuh secara YoY sebesar 5%. Wow bingits kan pemirsa! Kenaikkan ini merupakan yang tertinggi sejak August 2008 silam. Kenaikkan inflasi tentu didukung oleh pembukaan ekonomi yang lebih luas karena adanya percepatan distribusi vaksin dan vaksinasi. Dalam laporannya, CPI menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam biaya kendaraan bekas, perabotan rumah tangga, tiket pesawat, dan pakaian. Saat ini perekonomian di Amerika terus mengalami penguatan, namun juga berusaha untuk tetap menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran, karena permintaan terus mengalami peningkatan dengan sangat cepat. Pengeluaran konsumsi yang begitu kuat untuk barang dagangan, meskipun sebagian besar di dorong oleh adanya stimulus dari pemerintah, telah menyebabkan meningkatnya pesanan terhadap barang tahan lama, sehingga menyebabkan persediaan yang terus berkurang. Meningkatnya aktivitas perekonomian, mampu mendorong lebih banyak permintaan layanan yang tentu saja nantinya akan menyebabkan inflasi mengalami kenaikkan. Pertanyaan yang dihadapi oleh para pelaku pasar dan investor adalah, apakah inflasi ini sesuai seperti yang diharapkan oleh The Fed, atau justru inflasi ini menjadi sesuatu yang di luar dugaan akibat adanya dukungan kebijakan fiscal dan moneter dalam jumlah yang besar. Tapi anehnya pemirsa, meskipun inflasi mengalami penguatan, namun imbal hasil US Treasury tetap berada di level yang stabil. Tentu ini menjadi salah satu perhatian, bahwa pelaku pasar dan investor melihat bahwa pemulihan ekonomi, tentu akan mendorong inflasi, tapi tidak menyebabkan adanya kenaikkan tingkat suku bunga dalam waktu yang dekat. Apakah mungkin pengurangan pembelian obligasi juga akan terjadi dalam waktu dekat? Tentu saja mungkin. Namun mengingat masih belum stabilnya inflasi, kami melihat bahwa ini masih membutuhkan waktu hingga inflasi di Amerika benar benar berada di posisi yang solid, sehingga inflasi yang terjadi bukan hanya sesaat. Oleh sebab itu, meskipun ada diskusi terkait dengan pengurangan pembelian obligasi, kami berfikir bahwa hal tersebut hanyalah diskusi sesaat mengenai kapan moment yang tepat untuk melakukan itu. Well, sesuatu yang hebat bahwa ini merupakan dampak dari vaksinasi. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk melakukan konsumsi. Mendorong aktifitas perekonomian, untuk mendorong pemulihan di masa yang akan datang. Mantab! Indonesia kapan?

3.GASS POLL BEIB!

Rilis data retail bulan April yang tercatat naik +15.6% YoY dari sebelumnya -14.6% mendorong optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan IHSG kemarin. Membaiknya penjualan retail pada bulan April seiringan dengan naiknya kepercayaan diri konsumen dan pulihnya aktivitas dari dalam negeri pasca pandemi. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, penjualan retail bulan April mengalami kenaikan sebesar +17.3% MoM, angka ini menjadikan pertumbuhan positif pertama setelah negatifnya kinerja penjualan retail selama 16 bulan berturut – turut. Dari data tersebut, pertumbuhan tahunan yang tercatat pada bulan Mei mengalami tekanan sebesar -20.6% YoY dan berangsur pulih hingga tumbuh positif pada bulan April 2021. Dari survei tersebut, Bank Indonesia mencatat adanya potensi pertumbuhan positif pada bulan Mei 2021 dengan perkiraan berada pada +12.9% YoY. Peningkatan kinerja dari retail tersebut didorong dari naiknya permintaan selama bulan Ramadhan yang disertai berbagai program potongan harga di sejumlah toko baik online maupun offline. Peningkatan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas terutama subkelompok sandang, makanan, minuman dan tembakau serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor. Perlambatan diprakirakan masih terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan Subkelompok Sandang. Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang diprakirakan sedikit meningkat, sementara pada 6 bulan mendatang diprakirakan sedikit menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum 3 bulan yang akan datang sebesar 142,4, sedikit meningkat dari 141,4 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan yang akan datang sebesar 134,0, sedikit lebih rendah dari 134,9 pada bulan sebelumnya, hal ini dipengaruhi oleh distribusi barang yang lancar dan pasokan yang cukup.