ANALIS MARKET (07/2/2019) : IHSG Berpeluang Mixed Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Rabu, 06/02/2019 kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada 6,547 atau menguat +1.02%.

Sektor infrastruktur dan properti memberikan kontribusi kenaikan terbesar pada perdagangan kemarin.

Adapun investor asing mencatakan pembelian bersih sebesar Rp138,6 miliar.

Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 yang sesuai ekspektasi memberikan hal positif terkait penguatan lanjutan IHSG. Meski capaian tersebut masih jauh dari asumsi APBN 2018 yang sebesar 5.4%, pertumbuhan GDP 2018 yang berada di kisaran 5.17% dinilai cukup baik. Melihat, saat ini gejolak perekonomian global masih belum menentu.

Selain konsumsi rumah tangga yang menguat pada tahun 2018, belanja pemerintah dilihat ikut menopang pertumbuhan ini. Capaian ini juga mendapat respon dari penguatan rupiah yang saat ini sudah di trading-kan dibawah 14.000. Korelasi yang cukup kuat antara rupiah dan instrumen investasi dalam negeri dinilai menjadi satu kesatuan.

“Kami menilai stabilitas rupiah dapat mempengaruhi daya tarik bagi investor asing maupun domestik, sehingga ini dapat menjadi katalis positif bagi IHSG,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (07/2/2019).

Dari faktor eksternal, dari pidato Trump sendiri tidak ada sesuatu yang baru. Pidato tersebut lebih kepada pencapaian dari apa yang sudah dilakukan.

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan, fokus berikutnya adalah menanti inflasi Amerika yang diestimasikan turun kembali bulan ini, serta adanya data cadangan devisa Indonesia yang akan keluar hari ini. Tentu apabila ternyata hasil cadangan devisa kembali menunjukkan kenaikkan, tentu hal ini akan menjadi sentimen positif untuk pasar.

Fokus selanjutnya adalah menjaga ritmen positif ini tetap berlangsung.

“Kami memproyeksikan IHSG berpeluang mixed cenderung menguat dan di perdagangkan pada rentang 6,530 – 6,600 pada perdagangan hari ini,” ungkap analis Pilarmas Investindo Sekuritas.