ANALIS MARKET (19/2/2019) : IHSG Diproyeksi Bergerak Menguat dan Diperdagangkan Pada Rentang 6.484 – 6.527

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, saat ini tidak ada sentimen yang cukup mendominasi pergerakan pasar hari ini, Selasa (19/2/2019).

Lebih rinci dijelaskan, dari dalam negeri, saat ini Investor sedang menunggu rilis data Loan Growth, Deposit Facility Rate, Interest Rate dan Lending Facility Rate yang rencananya akan dikeluarkan pada minggu ini.

Pertemuan Bank Sentral Indonesia diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih detail terkait rencana kedepannya, meskipun bulan lalu Bank Indonesia masih bersikap hawkish.

Namun The Fed yang masih bersikap dovish, setidaknya dapat membuat Bank Sentral Indonesia memikirkan untuk menurunkan tingkat suku bunganya sama seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral India beberapa waktu lalu.

Secara historis kenaikan suku bunga secara bertahap pada tahun 2018 tidak membuat perbankan kesulitan untuk melakukan distribusi pinjaman dan mampu menjaga kualitas kredit pada level yang wajar.

Selanjutnya para pelaku pasar juga menanti rilis laporan keuangan emiten tahun 2018.

Dari sentiment global, PBOC menyampaikan bahwa mereka sedang mengkalkulasi untuk menurunkan tingkat suku bunga China saat ini, khususnya impactnya terhadap nilai tukar yang akan terjadi nanti.

Beralih ke Eropa, perlambatan ekonomi Eropa yang signifikan, mungkin akan membuat keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga setelah musim panas berakhir akan dipikirkan kembali.

Beberapa pejabat Bank Sentral Eropa mulai menyampaikan sinyal dovish, meskipun mereka menyampaikan lebih lanjut untuk menunggu mengenai data ekonomi yang akan keluar nanti.

Ini akan menjadi berita yang baik karena apabila kenaikkan tingkat suku bunga di Amerika dan Eropa tidak jadi, tentu Emerging Market akan kembali bergairah.

“Menyikapi beragam factor tersebut diatas, secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG bergerak menguat dan di perdagangkan pada rentang 6.484 – 6.527 pada perdagangan hari ini,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (19/2/2019).