ANALIS MARKET (22/2/2019) : IHSG Berpeluang Menguat dan Diperdagangkan Pada Rentang Harga 6.511 - 6.551

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, ada beberapa sentiment yang cukup berpengaruh yang layak dicermati para pelaku pasar hari ini, Jumat (22/2/2019).

Pertama dari pertemuan antara Amerika dan China, dikabarkan Presiden Trump akan bertemu dengan negosiator perdagangan dari China pada Jumat (22/2) sore nanti untuk menjalin kesepakatan awal dengan China sebelum China dikenakan tarif impor bulan depan.

Pertemuan Trump dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He akan mengakhiri putaran pembicaraan terakhir di Washington.

Menurut info dari salah satu negosiator pertemuan tersebut, team negosiator tersebut sedang mengerjakan MoU atau nota kesepahaman yang akan menjadi dasar dari kesepakatan akhir.

MoU ini mencakup bidang pertanian, layanan, hambatan non tarif, transfer teknologi, dan kekayaan intelektual.

Pertemuan ini juga didukung oleh pernyataaan Trump bahwa, kemajuan besar berjalan dengan baik diberbagai bidang yang berbeda.

China sendiri juga mengusulkan untuk membeli tambahan produk pertanian Amerika sebesar $30 miliar per tahun termasuk kedelai, jagung, dan gandum sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan perdagangan.

Beralih dari Amerika dan China, dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin pada akhirnya masih menahan tingkat suku bunga acuan di level 6%.

Gubernur Bank Indonesia juga tidak memakai perkataan tahun lalu dimana “pre-emptive” menjadi salah satu strategi yang selalu dikumandangkan.

Saat ini, Bank Indonesia lebih memfokuskan untuk menjaga stabilitas eksternal. Mereka juga menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga konsisten dengan upaya untuk memperkuat stabilitas eksternal, terutama untuk mengendalikan deficit transaksi berjalan agar bisa berada di tingkat yang aman serta mempertahankan daya tarik asset keuangan domestic.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengurangi ekspektasi kenaikkan tingkat suku bunga The Fed menjadi 1x tahun ini, sehingga menurut kami, apabila dalam semester pertama The Fed tidak menaikkan tingkat suku bunga, ada kemungkinan apabila kurs rupiah menguat dan stabil, serta Current Account Deficit mengecil, bukan tidak mungkin Bank Indonesia akan menurunkan tingkat suku bunga.

“Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG bergerak berpeluang menguat dan di perdagangkan pada rentang harga 6.511-6.551 untuk perdagangan hari ini,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (22/2/2019).