ANALIS MARKET (25/5/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar global bergerak mayoritas naik pada Senin (24/5).

Dow naik 186,14 poin atau 0,54% menjadi 34.393,98. Kemudian S&P 500 naik 0,99% menjadi 4.197,05, begitupun Nasdaq yang naik 1,41% menjadi 13.661,17.

Dari Eropa, FTSE menguat 0,48% atau 33,54 poin menjadi 7.051,59 sementara Stoxx600 naik 0,14% atau 0,63 poin menjadi 445,07.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.355, tidak berubah.

Sedangkan minyak WTI pagi ini turun 0,17% sementara minyak Brent juga turun 0,13%.

Sementara itu, diperdagangan hari ini, Selasa (25/5), Nikkei 225 dibuka naik 0,36% sedangkan Kospi naik 0,27%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures naik masing-masing 0,06%, 0,07%, dan 0,01%.

Lebih lanjut, analis SAM juga menyoroti beberapa sentiment yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

1.Ekonomi Singapura tumbuh 1,3% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data PDB terbaru melebihi estimasi pasar sebesar 0,9%. Kementerian perdagangan dan industri Singapura mempertahankan perkiraan ekonominya untuk Singapura. Ia mengharapkan ekonomi Asia Tenggara tumbuh antara 4% dan 6% tahun ini. 

2.AS mengatakan orang Amerika harus menghindari bepergian ke Jepang, karena negara tersebut berada dalam keadaan darurat wabah Covid-19 yang semakin meluas yang telah menimbulkan keraguan terkait rencana Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade dalam waktu kurang dari dua bulan lagi. Tindakan tersebut merupakan pukulan baru bagi negara yang berjuang untuk meyakinkan publiknya sendiri dan komunitas internasional bahwa negara tersebut siap menjadi tuan rumah Olimpiade. Sementara itu, penyelenggara akan memutuskan bulan depan apakah akan mengizinkan penonton menonton acara tersebut atau tidak. Memblokir penggemar domestik akan memberikan pukulan finansial yang signifikan bagi Jepang. 

3.Pemerintah berencana untuk menggenjot penerimaan pajak dari kalangan orang super kaya di Tanah Air. Cara itu akan dijalankan melalui penambahan lapisan baru pajak penghasilan (PPh) orang pribadi dengan tarif sebesar 35%. Menteri Keuangan Sri Muolyani Indrawati menyatakan, lapisan pajak baru itu untuk menyasar orang kaya atau high wealth individual (HWI). Lapisan baru dengan tarif lebih besar itu menyasar orang yang memiliki penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun.

“Beragam kondisi tersebut berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Selasa (25/5/2021). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.